Mengupas Seluk Beluk Pementasan Wayang oleh Ki Damar*
KOTAK wayang merupakan properti dalang yang selalu ada dalam setiap pentas, bahkan hingga kini.
Meski media penyimpanan telah begitu banyak jenisnya, para dalang tetap memanfaatkan kotak berbahan kayu.
Ada alasan di balik hal itu.
Baca Juga: Lakon Wayang Pancawala Larung Bagian 1, Bahaya di Hari Bahagia
Kotak Wayang: Simbol Kehidupan dan Kematian
Kotak wayang adalah tempat penyimpanan wayang sebelum dan sesudah pertunjukan.
Selain sebagai tempat penyimpanan, kotak ini juga digunakan dalang untuk memukul cempala dan keprak, memberikan aba-aba kepada para pengiring gamelan.
Makna Filosofis Kotak Wayang
Melambangkan paru-paru atau nafas kehidupan, karena suara yang keluar dari kotak memberikan "nafas" bagi pertunjukan.
Simbol perjalanan hidup manusia, di mana wayang yang disimpan melambangkan sebelum lahir, sedangkan wayang yang dimainkan melambangkan kehidupan.
Setelah pertunjukan selesai, wayang kembali ke dalam kotak, melambangkan kematian.
Simbol kuburan atau liang lahat, karena setiap manusia yang telah menjalankan perannya akan kembali ke tanah.
Kotak wayang mengajarkan bahwa hidup adalah siklus, dan setiap manusia memiliki awal dan akhir dalam perjalanannya.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani