Mengupas Seluk Beluk Pementasan Wayang oleh Ki Damar*
SUARA menjadi elemen tak terpisahkan dalam pementasan wayang.
Tak hanya bersumber dari alat musik pengiring, suara juga muncul dari alat-alat yang dipakai oleh dalang.
Apa saja alat-alat tersebut?
Cempala dan Keprak: Simbol Tanda dan Detak Jantung Kehidupan
Cempala adalah alat pemukul dari kayu yang digunakan dalang untuk memberikan aba-aba kepada penabuh gamelan dan penyanyi.
Keprak adalah lempengan logam (kuningan, besi, atau perunggu) yang menciptakan irama dalam pertunjukan wayang.
Makna Filosofis Cempala dan Keprak
Melambangkan tanda atau isyarat, mengingatkan bahwa setiap peristiwa dalam kehidupan memiliki tanda-tanda yang harus dipahami.
Refleksi kehidupan, bahwa dalam bertindak, manusia harus berhati-hati dan penuh persiapan.
Keprak menggambarkan aliran air atau darah, mengajarkan bahwa hidup harus terus mengalir dan menghadapi rintangan dengan keteguhan hati.
Melambangkan detak jantung kehidupan, menciptakan suasana dalam pertunjukan.
Selayaknya bagaimana emosi dan ketegangan hadir dalam kehidupan manusia.
Setiap properti dalam wayang memiliki makna mendalam yang merefleksikan perjalanan hidup manusia, siklus alam, serta nilai-nilai spiritual.
Wayang mengajarkan bahwa hidup adalah panggung besar, di mana manusia berperan sesuai dengan takdirnya.
Dengan memahami filosofi properti wayang, kita dapat menemukan makna dalam kehidupan dan memahami bahwa setiap kejadian memiliki hikmah dan pelajaran berharga.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani