Mengupas Seluk Beluk Pementasan Wayang oleh Ki Damar*
SALAH satu adegan penting yang ada dalam pementasan wayang adalah Goro-Goro.
Adegan ini adalah babak dalam pementasan wayang yang ditandai dengan kemunculan Punakawan (Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong).
Adegan ini biasanya berisi wejangan atau petuah yang disampaikan dengan humor segar, menjadikannya bagian yang sangat dinantikan oleh penonton.
Dalam pertunjukan klasik, goro-goro sebenarnya merupakan bagian dari Jejer Pandita atau adegan pertapaan.
Seorang resi atau pandita memberikan wejangan kepada anak atau cucunya.
Namun, seiring perkembangan zaman, goro-goro hampir selalu dimasukkan dalam setiap pementasan karena menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Meskipun sering dikaitkan dengan humor, goro-goro sejatinya bukan sekadar hiburan.
Adegan ini menyampaikan pesan moral dan kritik sosial yang relevan dengan kondisi masyarakat.
Oleh karena itu, goro-goro tetap menjadi bagian penting dalam pakeliran wayang bahkan hingga saat ini.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani