Mengupas Seluk Beluk Pementasan Wayang oleh Ki Damar*
PERANG Kembang adalah adegan pertempuran yang terjadi setelah goro-goro.
Disebut juga Perang Begal, adegan ini menggambarkan pertarungan antara seorang ksatria melawan raksasa atau makhluk jahat.
Secara filosofis, perang kembang melambangkan perjuangan manusia melawan hawa nafsu dan godaan duniawi.
Dalam pewayangan, ada empat macam nafsu manusia (aluamah, supiyah, amarah, dan mutmainah).
Keempatnya diibaratkan sebagai unsur tanah, api, angin, dan air.
Perang kembang mengajarkan bahwa manusia harus mampu mengendalikan nafsu-nafsu tersebut agar dapat mencapai kesempurnaan hidup.
Perang kembang selalu dimenangkan oleh ksatria setelah pertarungan yang sengit.
Ini mengandung pesan bahwa kebaikan dan pengendalian diri akan selalu mengalahkan godaan dan keburukan.
Karena maknanya yang mendalam, adegan ini tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari pertunjukan wayang.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani