Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
ARJUNA adalah Pandawa ketiga, putra Prabu Pandu Dewanata dan Dewi Kunti Talibrata.
Tokoh wayang ini dikenal tampan, berbadan tegap, dan memiliki kepribadian menawan. Namun, di balik pesonanya, Arjuna adalah ksatria perang yang sangat mematikan.
Dalam Perang Baratayudha, ia menjadi salah satu ksatria yang paling ditakuti karena keahliannya dalam olah krida jemparing (memanah) dan pertempuran dengan keris.
Tidak ada musuh yang bisa lolos dari bidikan panahnya.
Dalam pertempuran besar ini, Arjuna menjadi eksekutor Kurawa kedua setelah Bima.
Kemampuannya dalam memanah menjadikannya pemburu tanpa ampun. Para Kurawa yang menjadi korban keahliannya antara lain:
Jayadrata: Dibunuh karena telah menyebabkan kematian Abimanyu, putranya.
Bogadenta: Seorang Kurawa yang terpisah dalam lakon Pandawa Timbang.
Basukarna (Karna): Kakaknya sendiri, yang harus ia bunuh demi menuntaskan Baratayudha.
Deretan Senjata Sakti Arjuna dalam Baratayudha
Sebagai ksatria utama Pandawa, Arjuna mendapat banyak anugerah senjata dari para dewa, yang digunakannya dalam Perang Baratayudha:
Panah Pasupati: Senjata pamungkas pemberian Batara Guru, digunakan untuk membunuh Karna.
Panah Ardadedali: Panah yang sangat cepat dan mampu menembus lapisan baja.
Panah Brahmastra: Panah berkekuatan dahsyat yang bisa menghancurkan pasukan dalam jumlah besar.
Keris Pulanggeni: Keris sakti yang mampu membakar musuh seketika.
Keris Kalanadah: Keris pusaka yang diyakini memiliki kekuatan gaib.
Arjuna bukan hanya ksatria berhati lembut dan berparas rupawan, tetapi juga pejuang yang tak tertandingi di medan perang.
Keahliannya dalam memanah dan bertempur menjadikannya salah satu faktor utama kemenangan Pandawa dalam Perang Baratayudha.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani