Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Beri Perlawanan Sengit dalam Perang Baratayudha, Tiga Tokoh Wayang Ini Akhirnya Temui Ajal

Ki Damar • Kamis, 13 Februari 2025 | 17:15 WIB
Ilustrasi para tokoh wayang Pandawa dan Kurawa bertarung dalam Perang Baratayudha.
Ilustrasi para tokoh wayang Pandawa dan Kurawa bertarung dalam Perang Baratayudha.

Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

BANYAK tokoh wayang menemui ajal di Tegal Kurusetra. Medan Perang Baratayudha itu telah menjadi telaga darah dari para prajurit dan ksatria yang tewas.

Di antara para tokoh yang tewas, ada beberapa yang menunjukkan keberanian luar biasa dalam medan perang Baratayudha.

Mereka semua tidak menyerah begitu saja, tetapi memberikan perlawanan sengit hingga titik darah penghabisan.

Berikut adalah tiga tokoh wayang yang memberikan perlawanan sengit sebelum tewas di medan perang Baratayudha:

Basukarna (Adipati Karna)

Basukarna adalah putra Dewi Kunti dan Batara Surya, namun ia dibesarkan oleh keluarga kusir Adirata dan kemudian menjadi raja Awangga.

Ia adalah saudara seibu Pandawa, tetapi memilih berpihak kepada Kurawa karena hutang budi kepada Duryudana.

Basukarna menjadi senapati utama pasukan Kurawa dan bertarung melawan Arjuna.

Duel mereka adalah salah satu puncak perang Baratayudha, berlangsung dengan sengit dan penuh strategi.

Basukarna mampu memberikan perlawanan luar biasa, bahkan hampir mengalahkan Arjuna.

Namun, karena kutukan yang melemahkan kesaktiannya dan roda keretanya yang terperosok, ia akhirnya tewas terkena panah Pasopati dari Arjuna.

Baca Juga: Pimpin Pasukan Putri di Perang Baratayudha, Srikandi Kalahkan Panglima Perang Kurawa yang Tak Terkalahkan

Adimanggala (Patih Awangga)

Adimanggala adalah patih setia Basukarna di kerajaan Awangga. Ia dikenal sebagai seorang prajurit yang gagah berani dan setia pada rajanya.

Ketika Basukarna berduel dengan Arjuna, Adimanggala turut bertempur di medan perang dan menghadapi pasukan Pandawa.

Ia berhasil menahan banyak prajurit Madukara dan menunjukkan kesetiaannya dengan terus melindungi junjungannya.

Meskipun dikeroyok oleh banyak prajurit Pandawa, ia tetap bertahan dan terus bertarung dengan penuh semangat.

Akhir riwayatnya diceritakan, tokoh wayang ini gugur setelah dikeroyok pasukan Pandawa dan akhirnya ditebas oleh Patih Surata.

Wisamuka (Putra Jayadrata)

Wisamuka adalah putra Jayadrata, raja Sindu, dan Dewi Dursilawati. Ia masih muda tetapi berambisi menjadi pahlawan besar seperti Abimanyu.

Dengan penuh keyakinan, ia memasuki medan perang dengan harapan mengangkat derajat keluarganya.

Wisamuka bertemu dengan Arjuna yang dalam kondisi setengah sadar karena kehilangan Abimanyu.

Melihat ini sebagai kesempatan, ia mencoba menyerang pamannya sendiri.

Namun, Arjuna akhirnya sadar setelah mendapat penglihatan dari roh Abimanyu dan menyadari bahwa Wisamuka adalah musuh yang harus dikalahkan.

Kisah mereka menjadi bagian dari epik besar yang menampilkan kesetiaan, strategi, serta pengorbanan dalam Perang Baratayudha yang dahsyat antara Pandawa dan Kurawa.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#basukarna #Baratayudha #Tokoh #arjuna #wayang