Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Cerdik! Putra Bungsu Drupada Ini Manfaatkan Kelengahan Durna Demi Balas Dendam di Perang Baratayudha

Ki Damar • Minggu, 16 Februari 2025 | 23:45 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Drustajumena
Ilustrasi tokoh wayang Drustajumena

Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

RADEN Drustajumena atau Trustajumena adalah putra bungsu Prabu Drupada, raja Pancala, dengan Dewi Gandawati.

Ia adalah saudara Dewi Drupadi, yang menjadi permaisuri Yudistira, serta Srikandi, senopati Pandawa yang mengalahkan Resi Bisma.

Sejak awal Perang Baratayudha, Drustajumena telah ikut berjuang di pihak Pandawa di bawah kepemimpinan Prabu Drupada, ayahnya.

Namun, setelah Prabu Drupada gugur di tangan Resi Durna, Drustajumena naik sebagai senopati Pandawa, dengan tekad membalas dendam atas kematian ayahnya.

Namun, kemarahan yang membara membuat Prabu Kresna menahannya.

Kresna khawatir Drustajumena akan bertindak gegabah dan merusak strategi perang Pandawa jika hanya berlandaskan emosi.

Setelah menenangkan pikirannya, Drustajumena akhirnya memahami bahwa perang harus dijalankan dengan taktik, bukan sekadar amarah.

Kesempatan membalas dendam akhirnya datang saat Resi Durna mengalami guncangan mental.

Saat itu, Durna mendapat kabar bahwa putranya, Aswatama, telah tewas.

Ia mondar-mandir mencari kepastian hingga bertemu Prabu Puntadewa.

Dengan polos dan jujur, Puntadewa mengatakan bahwa Aswatama memang telah mati.

Namun ia tak menjelaskan bahwa yang tewas adalah seekor gajah bernama Aswatama, bukan putra Durna.

Percaya pada kata-kata Puntadewa yang terkenal tak pernah berbohong, Durna kehilangan semangat dan kekuatannya.

Inilah saat yang ditunggu Drustajumena.

Tanpa membuang kesempatan, ia segera mengayunkan pedang dan menebas kepala Resi Durna.

Kematian Durna menjadi salah satu titik balik penting dalam Baratayudha.

Dengan gugurnya guru besar para Kurawa, kekuatan Astina semakin melemah, dan kemenangan Pandawa semakin dekat.

Drustajumena terus berjuang hingga perang berakhir, menjadikannya salah satu satria penting yang berjasa besar bagi Pandawa.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Durna #Baratayuddha #Kresna #Tokoh #drupada #wayang