Seri Cerita Senjata Wayang di Perang Baratayudha oleh Ki Damar*
SALAH satu senjata pusaka sakti milik Raden Arjuna dalam pewayangan adalah Keris Pulanggeni.
Pusaka ini bukan hanya tajam, tetapi juga memiliki daya magis luar biasa.
Jangankan tertusuk, terserempet sedikit saja oleh bilah keris ini, musuh pasti akan tewas.
Pulanggeni dibuat khusus oleh Batara Indra atas permintaan Batara Narada.
Hal ini dilakukan untuk menandingi kekuatan Keris Kyai Jalak Ngore, pusaka sakti milik Adipati Karna (Basukarna).
Para dewa bingung bagaimana mengatasi kedahsyatan Kyai Jalak Ngore, karena pusaka tersebut mampu menebas segala jenis perlindungan dan tameng.
Oleh karena itu, Batara Indra mencari cara menciptakan senjata tandingan bagi Arjuna, yang akhirnya menjadi Keris Pulanggeni.
Pusaka ini dibuat dengan material kadewatan, yang hanya bisa ditempa oleh Batara Rama Yadi, pandai besi para dewa.
Proses pembuatannya sangat sakral dan penuh ritual, di antaranya:
Dipanaskan di kawah Candradimuka, kawah suci yang digunakan untuk menggembleng kesaktian para dewa dan ksatria.
Ditempa selama berbulan-bulan, dengan diiringi kidung suci dan doa-doa khusus.
Disepuh dengan bisa ular berbisa mematikan, sehingga luka akibat senjata ini tidak bisa disembuhkan dan menyebabkan kematian seketika.
Karena proses pembuatannya yang penuh ritual dan kekuatan mistis, Pulanggeni menjadi pusaka sakti yang tidak bisa ditandingi oleh senjata biasa.
Keris ini digunakan oleh Arjuna untuk menghadapi Basukarna, karena hanya senjata kadewatan yang mampu menandingi Kyai Jalak Ngore.
Namun, setelah Arjuna memenangkan perang, Pulanggeni diwariskan kepada putranya, Abimanyu.
Sayangnya, Abimanyu gugur dalam perang Baratayudha, dan Keris Pulanggeni ikut terkubur bersamanya di medan laga.
Sejak saat itu, Pulanggeni tidak pernah muncul lagi dalam sejarah pewayangan.
Pusaka ini menjadi salah satu peninggalan Arjuna yang hilang bersama gugurnya Abimanyu di tegal Kurusetra.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani