Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dianggap Terlalu Sakti, Anak Arjuna Ini Dilarang Terjun ke Medang Perang Baratayudha

Ki Damar • Sabtu, 22 Februari 2025 | 21:30 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Wisanggeni
Ilustrasi tokoh wayang Wisanggeni

Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar

RADEN Wisanggeni adalah salah satu putra Arjuna yang paling sakti, lahir dari pernikahannya dengan Dewi Dresanala, putri Batara Brahma dan permaisurinya, Dewi Sarasyati.

Kesaktiannya luar biasa sejak lahir, bahkan saat masih bayi, ia berwujud gumpalan api yang menyala-nyala sebelum berubah menjadi sosok manusia.

Dalam kisah pewayangan, Wisanggeni digambarkan sebagai sosok yang cerdas, cepat berpikir, dan memiliki kekuatan yang tak tertandingi.

Namun, ia dilarang ikut serta dalam perang Baratayudha.

Ada beberapa alasan yang membuatnya dihilangkan dari jalannya perang besar tersebut.

Pertama karena terlalu sakti. Wisanggeni memiliki kekuatan yang jauh melampaui manusia biasa, bahkan banyak dewa pun tak sanggup menandingi kesaktiannya.

Ia tidak memiliki rasa takut, dan tidak bisa dikalahkan oleh siapa pun di jagad raya.

Kedua, karena ia setengah dewa.

Sebagai cucu Bahara Brahma, Wisanggeni memiliki darah keturunan dewa, yang membuatnya memiliki kesaktian yang melampaui batas manusia biasa.

Kombinasi antara kebijaksanaan dan keberanian manusia dengan kesaktian para dewa, menjadikannya satria yang tak tertandingi.

Ketiga, ia merupakan titisan Sang Hyang Wenang. Wisanggeni dipercaya sebagai titisan Sang Hyang Wenang, kakek dari Batara Guru, pemimpin para dewa.

Kekuatan spiritual dan keilahiannya menjadikan dirinya lebih unggul dibanding para dewa itu sendiri.

Seandainya Wisanggeni diizinkan turun ke medan perang, Baratayudha tidak akan berjalan lama.

Dengan kesaktiannya, ia bisa dengan mudah menghabisi para Kurawa dalam waktu singkat, tanpa membutuhkan strategi atau perang panjang.

Bahkan dalam lakon Lahire Wisanggeni, Batara Guru sendiri dibuat kewalahan dan merasa malu melawan anak yang baru lahir.

Para dewa tidak sanggup menundukkannya, sehingga Sang Hyang Wenang turun tangan.

Akhirnya, demi menjaga keseimbangan dunia, Sang Hyang Wenang memutuskan untuk tidak mengizinkan Wisanggeni ikut serta dalam perang Baratayudha.

Sebagai gantinya, Wisanggeni diminta untuk moksa, menghilang dari dunia fana dan kembali ke kahyangan Alang-Alang Kumitir, mendampingi Sang Hyang Wenang.

Keputusan ini membuat banyak orang bertanya-tanya. Bagaimana jadinya jika Wisanggeni tetap berada di dunia dan berperang di pihak Pandawa?

Namun, takdir telah menetapkan bahwa perang Baratayudha harus berjalan sesuai ketentuan, tanpa campur tangan Wisanggeni yang terlalu sakti untuk dunia manusia.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Wisanggeni #Baratayudha #Tokoh #arjuna #wayang #batara