Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tak Pernah Mengikat Rambut, Sumpah Drupadi Terwujud di Hari ke-16 Baratayudha

Ki Damar • Senin, 24 Februari 2025 | 03:30 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Drupadi
Ilustrasi tokoh wayang Drupadi

Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

DEWI Drupadi, juga dikenal sebagai Dewi Kresna atau Pancali, adalah putri sulung Prabu Drupada, raja Pancala, dengan permaisuri Dewi Gandawati.

Ia terkenal sebagai wanita yang cerdas, bijaksana, sekaligus berani, serta memiliki kecantikan yang tak tertandingi.

Drupadi menjadi istri Prabu Puntadewa, raja Amarta sekaligus kakak tertua Pandawa.

Namun, berbeda dari permaisuri lainnya, Drupadi tidak hanya menjadi istri satu orang, melainkan kelima Pandawa sekaligus.

Hal ini terjadi setelah Arjuna memenangkan sayembara memanah untuk mempersunting Drupadi, namun karena kesalahan ucapan Dewi Kunti, ia akhirnya harus dibagi sebagai istri bagi semua Pandawa.

Peristiwa paling membekas dalam hidup Drupadi adalah saat Pandawa diundang ke Astina untuk bermain dadu.

Sebelum berangkat, ia telah memperingatkan Puntadewa agar meminta nasihat kepada Prabu Kresna, tetapi suaminya yang selalu berbaik sangka tetap pergi tanpa persiapan.

Ketakutan Drupadi terbukti benar.

Kurawa memiliki niat jahat untuk merebut kekuasaan Amarta.

Dalam permainan dadu yang dimanipulasi oleh Sengkuni, Pandawa kalah telak, kehilangan kerajaan, harta benda, bahkan diri mereka sendiri.

Sebagai puncak penghinaan, Drupadi dipaksa melayani Duryudana dan Dursasana di hadapan Pandawa.

Karena Pandawa tak memiliki kuasa untuk melawan, Dursasana berusaha menelanjanginya di depan umum.

Namun, keajaiban terjadi. Dengan pertolongan Batara Darma, kain yang dikenakan Drupadi tidak pernah habis meski terus ditarik, membuat Dursasana kelelahan dan akhirnya menyerah.

Kejadian ini menorehkan luka mendalam dalam hati Drupadi.

Ia bersumpah tidak akan mengikat rambutnya hingga ia bisa mencuci rambutnya dengan darah Dursasana.

Sumpah ini menjadi salah satu pemicu utama terjadinya Perang Baratayudha, di mana Pandawa bertarung bukan hanya untuk merebut kembali hak mereka, tetapi juga untuk menuntut keadilan bagi Drupadi.

Di hari ke-16 Baratayudha, Bima akhirnya berhasil menepati sumpah Drupadi, dengan membunuh Dursasana dan mencuci rambut istrinya dengan darahnya.

Kejadian ini menjadi simbol balas dendam yang paling ikonik dalam kisah Mahabharata, menegaskan bahwa kehormatan seorang wanita adalah sesuatu yang tidak boleh diremehkan.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Drupadi #Baratayudha #Tokoh #wayang