Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Licik Bukan Main! Tak Heran Tokoh Wayang Ini Jadi Salah Satu Antagonis Utama dalam Perang Baratayudha

Ki Damar • Senin, 24 Februari 2025 | 02:00 WIB
Ilustrasi Sengkuni tokoh penghasut ulung dalam cerita wayang
Ilustrasi Sengkuni tokoh penghasut ulung dalam cerita wayang

Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

SENGKUNI, yang memiliki nama kecil Raden Suman, adalah putra Prabu Gandara dan Dewi Gendini dari Plasajenar. Ia adalah adik kandung Dewi Gandari dan paman dari Kurawa.

Sejak kecil, Sengkuni dikenal sebagai pribadi yang cerdik, licik, dan pandai berbicara.

Setelah Gandari menikah dengan Prabu Drestarasta, ia diutus untuk mendampingi dan membantu kakaknya dalam merawat seratus anak Kurawa.

Namun, lebih dari sekadar membantu, Sengkuni justru menjadi sosok yang menanamkan benih kebencian kepada Pandawa.

Ia memanfaatkan kekecewaan dan dendam kakaknya, mengajarkan keponakannya untuk tidak mempercayai dan selalu mencurigai Pandawa.

Sebagai penasihat utama di Astina, Sengkuni memainkan peran utama dalam merancang berbagai tipu daya untuk menghancurkan Pandawa.

Ia merancang permainan dadu, di mana Pandawa terpaksa bertaruh hingga kehilangan seluruh harta dan kerajaan mereka.

Tokoh wayang ini juga membantu Duryudana dalam berbagai rencana jahat, termasuk mencoba membunuh Pandawa dengan membakar Bale Sigala-gala.

Sengkuni menjadi penggerak utama dalam Baratayudha, memastikan perang antara Pandawa dan Kurawa tidak dapat dihindari.

Kelihaiannya dalam berbicara membuatnya sulit dijatuhkan, meskipun banyak kesatria yang geram akan kelicikannya.

Dengan kecerdasannya, Sengkuni selalu berhasil memutarbalikkan fakta dan memanipulasi keadaan demi mendukung ambisi Duryudana untuk menguasai Astina.

Namun, di akhir Baratayuda, karma tetap mengejarnya.

Ia akhirnya tewas di tangan Bima, setelah dipermalukan dan diseret di medan Perang Baratayudha sebagai balasan atas kelicikan dan kejahatannya selama ini.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Pandawa #Baratayudha #Tokoh #wayang #Sengkuni #Duryudana