Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sederet Alasan Kenapa Duryudana Sangat Berambisi Kalahkan Pandawa, Baratayudha Jadi Klimaks

Ki Damar • Senin, 24 Februari 2025 | 02:30 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Duryudana (AI GENERATED/RADAR MADIUN)
Ilustrasi tokoh wayang Duryudana (AI GENERATED/RADAR MADIUN)

Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

PRABU Duryudana, yang juga dikenal sebagai Kurupati, adalah putra sulung Prabu Drestarasta dan Dewi Gandari.

Sebagai putra tertua dari seratus Kurawa, ia menjadi pewaris tahta Kerajaan Astina. Duryudana dibesarkan dalam lingkungan yang penuh dengan kebencian terhadap Pandawa.

Ibu dan pamannya, Sengkuni, terus menghasutnya bahwa Pandawa adalah ancaman yang harus disingkirkan.

Sejak kecil, ia memiliki sifat arogan, ambisius, dan tidak rela kehilangan kekuasaan.

Saat Pandu masih hidup, tahta Astina sejatinya menjadi hak Pandu dan keturunannya.

Namun, setelah Pandu wafat, Drestarasta mengambil alih pemerintahan, dan Duryudana mulai merasakan nikmatnya menjadi pewaris kerajaan.

Keinginan untuk tetap berkuasa membuatnya tidak rela melihat Pandawa kembali ke Astina.

Oleh karena itu, ia menyusun berbagai strategi untuk menyingkirkan mereka.

Melalui permainan dadu, ia menipu Pandawa hingga kehilangan kerajaan mereka dan diasingkan ke hutan selama 13 tahun.

Ia berulang kali mencoba mencelakai dan membunuh Pandawa, namun selalu gagal karena perlindungan para dewa.

Ketika Pandawa menuntut hak mereka kembali setelah pengasingan, Duryudana menolak mentah-mentah, yang akhirnya memicu perang besar Baratayudha.

Di medan perang, Duryudana tetap bersikeras mempertahankan kekuasaannya.

Namun, satu per satu Kurawa gugur, hingga akhirnya hanya ia yang tersisa.

Di hari ke-18 Baratayudha, Duryudana bertarung melawan Bima dalam duel gada.

Dengan kesaktian dan amarah yang membara, Bima menghancurkan paha Duryudana, sesuai dengan sumpahnya untuk membalaskan dendam Drupadi.

Duryudana akhirnya tewas di tangan Pandawa, kehilangan segalanya yang selama ini ia pertahankan dengan penuh kerakusan dan keangkuhan.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#kurawa #Baratayudha #Tokoh #wayang #Duryudana