Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
NARPATI Destarata adalah raja Astina sekaligus ayah dari para Kurawa. Ia menikah dengan Dewi Gandari, putri dari kerajaan Plasajenar.
Sejak lahir, Destarata mengalami kebutaan, tetapi ia memiliki sifat tenang, arif, dan bijaksana.
Sayangnya, kelemahannya terletak pada pendiriannya yang goyah, sehingga sering dimanfaatkan oleh orang-orang di sekitarnya.
Meski memiliki kekurangan fisik, Destarata dianugerahi kesaktian luar biasa oleh para dewa, yakni Aji Leburseketi.
Ilmu ini membuat apa saja yang disentuhnya berubah menjadi abu.
Setelah kekalahan Kurawa dalam perang Baratayudha, Destarata menyimpan dendam kepada Bima, satria Pandawa yang telah banyak membunuh anak-anaknya.
Suatu hari, ia berusaha membalas dendam dengan berpura-pura ingin memeluk Bima.
Namun, Sri Kresna, yang mengetahui niatnya, meminta Bima menyerahkan gada Rujakpolo sebagai pengganti dirinya.
Saat Destarata menyentuh gada itu, senjata andalan Bima pun langsung hancur menjadi abu.
Destarata tertawa, merasa puas karena mengira telah berhasil membalas kematian putra-putranya.
Namun, Bima dengan tenang berkata bahwa yang disentuh tadi hanyalah gadanya, bukan dirinya.
Baca Juga: Lakon Wayang Dursasana Sengkel Bagian 1, Kabar dari Medan Laga Baratayudha
Mendengar itu, Destarata merasa malu dan akhirnya memilih meninggalkan istana bersama istrinya, Dewi Gandari.
Di hutan, Gandari akhirnya memutuskan meninggalkan suaminya, tak ingin lagi hidup dalam kesedihan.
Diliputi amarah dan putus asa, Destarata menyentuh sebuah pohon, menyebabkan kebakaran besar yang melahap seluruh hutan.
Gandari, yang masih berada di sekitar tempat itu, ikut tewas dalam kobaran api bersama Destarata.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani