Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
PRABU Arimba adalah putra sulung Prabu Tremboko, raja Negara Pringgandani, dengan Dewi Hadimba.
Ia memiliki tujuh adik kandung, yaitu Dewi Arimbi (Hidimbi), Arya Prabakesa, Brajadenta, Brajamusti, Brajalamatan, Brajawikalpa, dan Kalabendana.
Setelah ayahnya gugur dalam pertempuran melawan Prabu Pandu Dewanata, raja Astina, Arimba naik takhta menggantikan ayahnya sebagai raja Pringgandani.
Suatu ketika, Arimba mendengar bahwa adiknya, Arimbi, ingin menikah dengan Bima, putra Pandu.
Namun, Arimba menentang keras pernikahan itu, karena menurutnya Bima adalah anak dari pembunuh ayah mereka.
Namun, Arimbi bersikeras dan mengancam akan mengakhiri hidupnya jika tidak mendapat restu.
Melihat keteguhan hati adiknya, Arimba akhirnya turun tangan dan menantang Bima bertarung.
Dalam pertempuran itu, Bima alias Werkudara kewalahan menghadapi kesaktian Arimba.
Saat melihat Arimbi menangis karena ketegangan pertarungan, hati Arimba luluh.
Ia akhirnya berbisik kepada Werkudara, memintanya untuk menebaskan kepalanya ke sebuah tunggak aren, sebagai syarat mengakhiri pertarungan.
Werkudara menuruti permintaan tersebut, dan akhirnya Arimba gugur di tangannya.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, Arimba mengungkapkan kebenaran bahwa ia hanya ingin menguji keteguhan hati Bima.
Ia ingin memastikan bahwa Werkudara benar-benar mencintai Arimbi dengan sepenuh jiwa.
Selain itu, Arimba juga mengingat sumpah Prabu Tremboko, bahwa keturunannya dan keturunan Pandu harus menjalin hubungan baik untuk memperbaiki kesalahan masa lalu.
Dengan pernikahan Werkudara dan Arimbi, sumpah itu akhirnya terpenuhi.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani