Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Rama Tundhung Bagian 2, Demi Janji Sang Ayah

Ki Damar • Sabtu, 1 Maret 2025 | 21:30 WIB
Ilustrasi lakon wayang Rama Tundhung
Ilustrasi lakon wayang Rama Tundhung

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

SETELAH upacara penobatan selesai, acara dilanjutkan dengan pesta makan bersama. Usai perjamuan, Prabu Dasarata memasuki istana bersama putranya, Ramawijaya.

Sementara itu, Dewi Kekayi, yang berada di kaputren, baru saja mendengar kabar bahwa Rama telah resmi dinobatkan sebagai Raja Ayodya.

Kemarahannya seketika meledak. Dengan langkah cepat, ia datang menemui Prabu Dasarata, menagih janji lama yang pernah diucapkan sang suami.

Dalam kemarahan, Dewi Kekayi berkata, “Paduka telah berjanji! Yang seharusnya menggantikan takhta Ayodya adalah Raden Barata, putra kandungku, bukan Rama! Aku menuntut agar Rama segera meninggalkan istana dan masuk ke hutan!”

Prabu Dasarata tertegun. Ia tak mampu menolak permintaan istrinya, meskipun hatinya diliputi kesedihan yang mendalam.

Sebagai raja yang memegang teguh janji, ia terpaksa memenuhi tuntutan Dewi Kekayi.

Begitu pula dengan Rama. Tanpa sedikit pun membantah, ia menerima perintah ayahnya dengan penuh kepatuhan dan keteguhan hati.

Tanpa menaruh dendam atau amarah, Rama memilih untuk meninggalkan istana dan menjalani pengasingan di hutan.

Dalam kepergiannya, Rama tidak sendirian.

Ia ditemani oleh istrinya, Dewi Sinta, serta adik tirinya, Lesmana, putra Dewi Sumitra yang bijaksana dan setia.

Keputusan ini mengguncang istana. Prabu Dasarata, yang begitu mencintai Rama, jatuh pingsan karena tak sanggup menahan kesedihan.

Pukulan batin ini begitu berat hingga membuatnya nyaris tak berdaya.

Di istana, selain Raden Barata, masih ada Raden Teruna, putra Dewi Sumitra yang lebih muda.

Namun, hampir seluruh punggawa kerajaan menaruh kecintaan besar pada Rama.

Mereka menolak keputusan pengasingan itu dan memohon agar Rama tetap tinggal di istana, mempertahankan haknya sebagai Raja Ayodya.

Namun, Rama tetap teguh pada keputusannya. Ia memilih pergi, meninggalkan istana yang dicintainya, tahta yang seharusnya menjadi miliknya, dan kehidupan mewahnya, demi menepati janji sang ayah.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Kekayi #Rama #Lakon #wayang