DEWI Drupadi, juga dikenal sebagai Dewi Kresna atau Pancali, adalah putri sulung Prabu Drupada, raja Pancala, dengan permaisuri Dewi Gandawati.
Dalam tradisi pedalangan Jawa, Drupadi digambarkan sebagai wanita yang sangat setia dan penuh cinta kepada suaminya, Prabu Puntadewa, raja Amarta.
Dari pernikahan ini, mereka memiliki seorang putra bernama Raden Pancawala.
Drupadi bukan hanya seorang istri, tetapi juga seorang penasihat dan pendukung setia bagi para Pandawa.
Ketika suaminya diundang ke Astina untuk permainan dadu, Drupadi ikut serta karena khawatir dengan masa depan mereka.
Kekhawatirannya terbukti—Pandawa kalah, dan ia sempat dilecehkan oleh Dursasana.
Namun, Drupadi tidak lari atau meninggalkan suaminya, meskipun Puntadewa tak berdaya melindunginya.
Kepercayaannya pada takdir begitu kuat, sehingga ia bersumpah tidak akan mengikat rambutnya kembali hingga Baratayuda terjadi dan ia bisa membasuh rambutnya dengan darah Dursasana.
Kekalahan Pandawa dalam dadu membuat mereka terbuang ke Hutan Kamyaka selama 12 tahun, lalu hidup dalam penyamaran di sebuah negara selama 1 tahun.
Jika ketahuan, mereka harus mengulang masa buangan dari awal.
Selama masa-masa sulit itu, Drupadi tetap berpegang teguh pada Pandawa.
Baginya, harga diri seorang wanita bukan hanya pada statusnya sebagai istri, tetapi juga pada kesetiaannya terhadap suami dan perjuangan membela kebenaran.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani