Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
PADA suatu hari, Rama dan Lesmana tiba di pertapaan Bagawan Yogiswara.
Di tempat itu, mereka disambut oleh banyak pendeta dan para cantrik dari berbagai pertapaan yang telah menunggu.
Setelah mempersilakan keduanya duduk, Bagawan Yogiswara mulai berbicara.
"Oh anakku, bahkan Prabu Lokapala sendiri dahulu tidak sesakti dirimu. Engkau adalah pelindung jagad, rahmat bagi manusia yang hidup di dunia saat ini," ujar sang begawan.
"Kehadiranmu di bumi ibarat Hyang Siwa yang turun ke dunia. Ketahuilah, anakku, bahwa di Negeri Mantili sedang diadakan sebuah sayembara," sambungnya.
Prabu Janaka, Raja Mantili, memiliki seorang putri yang amat cantik bernama Dewi Sinta.
Saat ini, sang Prabu sedang berusaha mencarikan jodoh yang tepat untuk putrinya.
Namun, Dewi Sinta tidak ingin menikah hanya karena harta atau status kebangsawanan.
Sudah banyak raja dan ksatria yang datang meminangnya, tetapi Dewi Sinta menyatakan hanya bersedia menjadi istri pria yang mampu menarik gendewa wasiat yang sangat besar dan berat.
Busur tersebut merupakan pusaka yang dahulu diberikan oleh Hyang Girinata.
"Siapa pun yang sanggup menarik gendewa raksasa itu tanpa memandang asal-usul atau derajatnya, sekalipun berasal dari kaum sudra yang miskin, akan berhak memperistri Dewi Sinta," jelas Yogiswara.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani