Jawa Pos Radar Madiun – Lereng Jeng Hoa San (Gunung Seribu Bunga) semakin memanas.
Tujuh pendekar legendaris bersaing merebut Sin Tong, bocah ajaib yang kelak dikenal sebagai Bu Kek Siansu.
Masing-masing berdebat, mengklaim diri sebagai guru terbaik.
Perdebatan yang tak berujung berubah menjadi pertarungan sengit.
Siapakah yang akan menang dan membawa Sin Tong sebagai murid?
Perebutan Hak Mendidik Sin Tong
Pertikaian pecah ketika Pat-jiu Kai-ong, si Raja Pengemis Bertangan Delapan, mengusulkan pemilihan pendekar terbaik untuk membimbing Sin Tong.
Namun, suara bulat tak kunjung tercapai.
Masing-masing merasa paling layak mengambil anak ajaib itu sebagai murid.
Tanpa kesepakatan, senjata pun terhunus. Pertarungan tak bisa dihindari!
Ketujuh pendekar segera membentuk lingkaran, siap menghadapi serangan dari segala arah.
Dengan mata tajam dan gerakan waspada, mereka saling mengukur kekuatan lawan.
Ketegangan meningkat ketika mereka mulai bergerak, menciptakan pusaran pertempuran dahsyat.
Ketegangan Semakin Memuncak!
Setiap pendekar bertarung seolah menghadapi enam lawan sekaligus.
Tee-tok, sang ahli pedang kembar, menyerang Pat-jiu Kai-ong dengan gerakan kilat.
Namun, Pat-jiu Kai-ong sedang menghadapi Lam-hai Seng-jin, yang di saat bersamaan juga menargetkan Gin-siauw Siucai.
Thian-he Te-it dan Thian-tok, yang awalnya bertarung sendiri, tanpa sengaja justru membantu Pat-jiu Kai-ong.
Mereka menangkis serangan Tee-tok dengan tombak dan tongkat mereka.
Sin Tong, yang masih duduk bersila, hanya bisa menatap dengan mata terbelalak.
Baginya, pertarungan ini hanyalah gulungan sinar senjata dan bayangan yang berkelebat cepat.
Strategi Cerdik Kiam-mo Cai-li
Di antara mereka, hanya Kiam-mo Cai-li yang memilih cara berbeda.
Pendekar wanita ini mengandalkan kelincahan dan taktik cerdik.
Ia tidak terlibat dalam duel langsung, tetapi bergerak lincah, menghindari serangan, dan mencari celah untuk mengacaukan lawan.
Dengan licik, ia memanfaatkan setiap peluang untuk menjatuhkan pendekar lain.
Namun, strateginya tak bertahan lama.
Lawan-lawannya mulai menyadari taktiknya dan berbalik menargetkannya.
Akhirnya, ia pun terseret ke dalam pertempuran yang tak bisa dihindari.
Akhir Pertarungan Masih Menjadi Misteri
Pertarungan berlangsung sengit tanpa tanda-tanda siapa yang unggul.
Setiap pendekar memiliki keahlian setara dan tak ada yang mau menyerah.
Bagaimana akhir dari duel mematikan ini?
Siapakah yang akhirnya akan membawa Sin Tong sebagai murid?
Siapa pendekar terbaik yang pantas membimbing anak ajaib ini?
Tetap ikuti kisah epik Bu Kek Siansu dalam Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo hanya di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani