Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
SUDAH banyak raja dan ksatria yang mencoba menarik gendewa tersebut, tetapi semuanya gagal.
"Hanya engkau, anakku, yang akan mampu memenuhi sayembara sang putri. Putri Mantili itu sudah pasti adalah jodohmu," ujar Begawan Yogiswara.
Setelah berhenti sejenak, sang begawan melanjutkan penjelasannya.
"Anakku, putri Prabu Janaka itu tiada tandingannya di bumi ini. Bahkan, seluruh bidadari di kahyangan pun kalah cantik darinya," kata Yogiswara.
"Wajahnya yang elok bersinar begitu indah. Selain itu, ketahuilah bahwa suatu saat nanti engkau harus memusnahkan raja kera yang sangat sakti bernama Prabu Subali. Walaupun ia sanggup menjebol gunung, ia tidak akan mampu mengalahkanmu."
Yogiswara mendesak Rama untuk mengikuti sayembara tersebut.
"Nah, berangkatlah sekarang juga ke Negeri Mantili. Kami, para pendeta di sini, merestuimu dan akan bersembahyang untukmu. Semua puja dan semedi kami ditujukan untuk keselamatan dan keberhasilanmu," ujarnya.
Rama dan Lesmana pun melakukan sembah kepada Bagawan Yogiswara, lalu segera berpamitan dan meninggalkan pertapaan menuju Negeri Mantili.
Sepanjang perjalanan, rakyat bersorak-sorai mendukung mereka.
Tumbuhan dan bunga-bunga di kiri dan kanan jalan seolah-olah tersenyum gembira, ikut merayakan perjalanan mereka.
Binatang-binatang hutan yang mereka jumpai pun berhenti sejenak, seakan memberi ucapan selamat jalan.
Semua pertanda itu menunjukkan bahwa kedua ksatria tersebut memang ditakdirkan untuk memerintah jagad. Terlebih lagi, Rama adalah titisan Batara Wisnu yang sejati.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani