Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
BEGAWAN Manumayasa adalah putra kedua dari empat bersaudara, anak Batara Parikenan dengan Dewi Bramaneki.
Atas izin Prabu Basukesti, raja negara Wirata, Manumayasa mendirikan padepokan Retawu di Gunung Saptaarga.
Ia menikah dengan Dewi Kaniraras (Dewi Retnowati) dan dikaruniai tiga orang anak; Bambang Manudewa, Bambang Sakutrem, dan Dewi Sriyati.
Begawan Manumayasa adalah seorang pandita sakti yang terkenal akan keilmuannya.
Karena tutur kata dan perilakunya yang bijaksana, banyak satria yang ingin menyantrik kepadanya.
Salah satu cantriknya yang terkenal adalah Cantrik Guritna, yang kemudian menitis pada Raden Gatutkaca demi memperoleh Wahyu Senapati.
Bahkan, Begawan Manumayasa memiliki peran besar dalam penciptaan pusaka Jamus Kalimasada yang berasal dari Prabu Kalimantara, Ardadedali, dan Sarotama.
Selain itu, Paksi Banarasa yang salah paham dan menyerang Resi Manumayasa akhirnya menemui ajal dan berubah menjadi Payung Tunggulnaga.
Payung ini kelak menjadi Wahyu Tunggulnaga yang dibawa Abimanyu karena pernah memayungi Manumayasa.
Sebagai leluhur Pandawa, Begawan Manumayasa memberikan banyak pusaka dan wahyu yang menjadi sumber kemuliaan bagi mereka.
Tak heran jika para Pandawa mendapatkan banyak berkah dan perlindungan, berkat warisan ilmu dari sang begawan.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani