Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
SUATU hari, Praja Astina berhasil ditaklukkan oleh Prabu Bandung Naga Sewu, raja dari Kerajaan Bumi Kadasar.
Dengan didampingi oleh putranya, Raden Bayubraja, serta sang patih, Nagabanda, Prabu Bandung Naga Sewu berhasil mengalahkan Prabu Suyudana dan seluruh pasukan Kurawa.
Setelah mengalami kekalahan, Kurawa pun ditawan dan dimasukkan ke dalam penjara. Namun, meskipun dipenjara, mereka tetap diperlakukan dengan baik.
Prabu Bandung Naga Sewu tidak menaklukkan Astina untuk menguasainya, melainkan untuk mengembalikannya kepada pihak yang berhak atas tahta tersebut, yaitu Pandawa.
Meskipun demikian, ia merasa tidak bisa menyerahkan Astina secara langsung kepada Pandawa.
Oleh sebab itu, ia ingin meminta bantuan Prabu Kresna agar menjadi perantara dalam menyerahkan kerajaan kepada para Pandawa.
Untuk melaksanakan rencananya, Prabu Bandung Naga Sewu memerintahkan Raden Bayubraja dan Patih Nagabanda untuk mengundang Prabu Kresna ke Astina.
Tanpa menunda waktu, keduanya segera berangkat menuju Praja Dwarawati.
Sementara itu, di Dwarawati, Prabu Baladewa yang sedang berkunjung ke kediaman Kresna tengah membicarakan keadaan Astina, yang mereka dengar telah jatuh ke tangan musuh.
Di tengah perbincangan, tiba-tiba datanglah Anoman menghadap. Ia membawa sebuah kabar menarik.
"Kanjeng Prabu, di Praja Ngamarta telah muncul sebuah keanehan. Ada sesuatu yang tidak biasa!"
"Apa yang terjadi, Anoman?" tanya Prabu Baladewa dengan wajah penasaran.
"Di sana... ada dua Werkudara! Seperti Werkudara kembar!" jawab Anoman dengan nada serius.
Mendengar kabar tersebut, Prabu Baladewa terkejut dan mulai meragukan kebenarannya.
"Bagaimana bisa ada Werkudara kembar, Anoman? Kamu sebagai Tunggal Bayu seharusnya bisa segera mengetahui mana yang asli dan mana yang palsu!" ujar Prabu Baladewa.
Anoman hanya diam, sementara suasana menjadi semakin tegang.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani