Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
SEPERTI yang sudah bisa ditebak, Prabu Baladewa yang terkenal mudah tersulut amarah langsung murka.
Tanpa banyak bicara, ia menendang Raden Bayubraja hingga terjungkal.
"Siapa kau dan siapa pula rajamu itu, hah?! Berani-beraninya menyuruh Prabu Kresna datang ke Astina! Kau kira dia raja yang bisa diperintah seenaknya?!" ujarnya.
"Satria yang tak tahu betapa terkenalnya Sri Kresna ya seperti kau ini! Ini rasakan kakiku di kepalamu!" bentak Prabu Baladewa dengan mata melotot penuh amarah.
Tidak hanya itu, Prabu Baladewa juga menuduh kedatangan Raden Bayubraja dan Patih Nagabanda ke Dwarawati sebagai upaya licik untuk merebut kerajaan.
Seperti yang telah mereka lakukan terhadap Astina.
Meski Raden Bayubraja berusaha menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki niat jahat dan hanya menjalankan titah Prabu Bandung Naga Sewu, Baladewa tetap tidak percaya.
Baginya, kedatangan mereka hanyalah siasat untuk memperdaya Dwarawati.
Dengan hati panas, Raden Bayubraja keluar dari kedaton dan menemui Patih Nagabanda yang telah menunggu di luar.
Ia menceritakan semua yang terjadi di dalam istana, mulai dari amukan Prabu Baladewa hingga tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada mereka.
Baca Juga: Sebagai Leluhur Pandawa, Tokoh Wayang Ini Dikenal Wingit karena Keilmuannya yang Luar Biasa
Setelah mendengar cerita itu, Patih Nagabanda terdiam sejenak, merenung.
"Kita tidak boleh kembali tanpa membawa hasil. Bagaimanapun, tugas ini adalah amanah dari Prabu Bandung Naga Sewu," kata sang patih.
Mereka lantas merundingkan langkah selanjutnya dan akhirnya memutuskan bahwa kini giliran Patih Nagabanda yang akan menghadap Prabu Baladewa.
Namun, sebelum ia sempat memasuki kedaton, langkahnya langsung dihadang oleh Patih Udawa, yang sejak tadi sudah bersiap menghadapi kedatangan mereka.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani