Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
SEMENTARA itu, di pertapaan Saptaarga, Begawan Abiyasa sedang dihadap oleh Raden Angkawijaya (Abimanyu) beserta para punakawan.
Seperti halnya Anoman, Abimanyu juga datang untuk meminta petunjuk mengenai keberadaan Werkudara Kembar di Amarta.
Begawan Abiyasa kemudian memberikan petunjuk agar Abimanyu sowan (menghadap) dan meminta bantuan kepada seorang begawan yang sedang bertapa di Gunung Jamurdipa.
Yaitu Begawan Tunggul Wulung.
Setelah menerima petunjuk tersebut, Abimanyu dan para punakawan segera berpamitan dan berangkat menuju Gunung Jamurdipa.
Sementara itu, Prabu Kresna dan Anoman akhirnya tiba di Amarta.
Setelah berbincang dengan Prabu Puntadewa dan para kerabat Pandawa, Prabu Kresna akhirnya dipertemukan dengan Werkudara Kembar.
Untuk menguji keaslian keduanya, Prabu Kresna mengajukan beberapa pertanyaan secara bergantian.
Namun, kedua Werkudara mampu menjawab semua pertanyaan dengan benar.
Hal ini membuat Prabu Kresna tak mampu membedakan mana Werkudara yang asli.
Kini giliran Anoman mencoba cara lain untuk mengungkap Werkudara yang asli, yaitu dengan perang tanding.
"Barang siapa yang menang melawan Anoman, dialah Werkudara yang asli!" kata Anoman dengan penuh keyakinan.
Anoman pun bertanding dengan salah satu Werkudara. Pertarungan berlangsung lama, hingga akhirnya Anoman kalah.
Kini tiba giliran Werkudara yang satunya untuk diuji.
Anoman kali ini menggunakan trik berbeda. Ia merapal ajian Triwikrama, membuat tubuhnya membesar hingga sebesar gunung.
Namun, Werkudara tak tinggal diam. Ia segera mengeluarkan ajian berupa angin sakti yang keluar dari tangannya, lalu mengarahkannya ke tubuh Anoman.
Sekejap saja, tubuh Anoman yang semula sebesar gunung perlahan mengecil, terus mengecil, hingga akhirnya kembali ke ukuran semula.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani