Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
"NAH, itulah masalahnya, Sinuwun. Mereka benar-benar sangat mirip, sehingga saya sendiri kesulitan membedakan yang asli dan yang palsu. Maafkan saya, Sinuwun," ujar Anoman.
Anoman berharap Sri Kresna memiliki cara untuk mengungkap misteri ini.
Menanggapi laporan Anoman, Prabu Kresna segera memutuskan untuk pergi ke Ngamarta guna melihat langsung keadaan di sana.
Ia merasa bahwa kemunculan Werkudara Kembar mungkin berkaitan dengan situasi di Astina, yang saat ini tengah berada di bawah kekuasaan musuh.
Namun, sebelum berangkat, Prabu Kresna meminta Prabu Baladewa untuk tetap tinggal di Dwarawati guna menjaga kerajaan.
Ia khawatir, kekacauan yang terjadi di Astina bisa merembet ke Dwarawati, mengingat jarak antara kedua kerajaan tersebut tidak terlalu jauh.
"Kakang Prabu, mohon tetaplah di Dwarawati untuk berjaga-jaga. Aku akan melihat apa yang sebenarnya terjadi di Amarta," pinta Prabu Kresna sebelum meninggalkan istana.
Prabu Baladewa pun mengangguk setuju, sementara Prabu Kresna dan Anoman segera berangkat menuju Ngamarta.
Belum lama mereka berangkat, Raden Bayubraja dan Patih Nagabanda tiba di Dwarawati.
Tanpa menunda waktu, Raden Bayubraja segera menuju kedaton Dwarawati untuk menghadap Prabu Kresna.
Namun, yang ia temui di sana justru Prabu Baladewa, karena Kresna telah lebih dulu pergi.
Di hadapan Prabu Baladewa, Raden Bayubraja menyampaikan maksud kedatangannya.
Ia menjelaskan bahwa Prabu Bandung Naga Sewu menginginkan Prabu Kresna untuk menyerahkan Astina kepada Pandawa.
Menurut Prabu Bandung Naga Sewu, jika bukan Prabu Kresna yang menyerahkan Astina kepada Pandawa, maka rencana ini tidak akan terlaksana sebagaimana mestinya.
Mendengar pernyataan itu, Prabu Baladewa termenung, mempertimbangkan situasi yang semakin rumit di kerajaan-kerajaan besar.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani