Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
ABIMANYU meminta bantuan Begawan Tunggul Wulung untuk ikut ke Amarta guna menyelesaikan masalah Werkudara Kembar.
Sang Begawan menyanggupi permintaan tersebut, bahkan ia berkata kepada Abimanyu. "Kelak, engkau akan menerima wahyu yang dapat menurunkan raja-raja."
Setelah itu, mereka pun berangkat ke Amarta.
Setibanya di Amarta, Begawan Tunggul Wulung dipertemukan dengan Werkudara Kembar.
Ia meminta keduanya mengaku siapa Werkudara yang asli.
Tetapi karena keduanya bersikeras mengaku sebagai yang asli, Begawan Tunggul Wulung mengancam akan membunuh keduanya.
Tak terelakkan, perang pecah antara Werkudara Kembar melawan Begawan Tunggul Wulung.
Setelah sekian lama bertarung, salah satu Werkudara tiba-tiba menghilang, sementara Werkudara yang tersisa berubah menjadi Batara Bayu.
Di sisi lain, Begawan Tunggul Wulung pun berubah menjadi Werkudara yang sesungguhnya.
Batara Bayu kemudian menjelaskan yang sebenarnya.
"Werkudara yang satu lagi bukanlah asli, melainkan Ajian Wungkal Bener dan Blabak Pangantol-antol, ilmu kesaktian Werkudara yang diwujudkan dalam sosok dirinya sendiri."
Batara Bayu menjelaskan bahwa ia berada di Amarta untuk menjaga ketenteraman negeri, karena Werkudara sendiri sedang menjalani pertapaan.
Setelah tugasnya selesai, Batara Bayu pun pamit dan kembali ke Kahyangan.
Prabu Kresna kemudian berkata, "Werkudara, tugasmu belum selesai! Kini saatnya engkau menghadapi musuh yang telah menguasai Astina."
Werkudara pun bergegas berangkat ke Astina bersama Gatutkaca. Sesampainya di Astina, perang kembali pecah.
Prabu Bandung Naga Sewu bertarung melawan Werkudara. Raden Bayubraja bertarung melawan Gatutkaca.
Setelah sekian lama bertarung, terungkaplah sebuah kebenaran.
Prabu Bandung Naga Sewu ternyata adalah Dewi Nagagini, istri Werkudara sendiri.
Raden Bayubraja ternyata adalah Raden Antareja, putra Werkudara. Lalu, Patih Nagabanda sebenarnya adalah Nagatatmala.
Werkudara lalu berkata kepada Dewi Nagagini. "Istriku, tak perlu kau melakukan semua ini. Biarkanlah aku dan saudara-saudaraku sendiri yang mengurus urusan kerajaan ini."
Dewi Nagagini akhirnya mengerti dan memutuskan kembali ke Kahyangan Saptapertala.
Setelah itu, Prabu Duryudana dikeluarkan dari penjara. Astina bersuka cita dan mengadakan perayaan syukuran atas kembalinya kedamaian di negeri mereka.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani