Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sungguh Tak Biasa, Beginilah Proses Kelahiran 100 Kurawa yang Kelak Berseteru dengan Keluarga Pandawa

Ki Damar • Jumat, 7 Maret 2025 | 22:15 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Duryudana (AI GENERATED/RADAR MADIUN)
Ilustrasi tokoh wayang Duryudana (AI GENERATED/RADAR MADIUN)

Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

KURAWA adalah kelompok seratus bersaudara yang merupakan putra-putri dari Prabu Dretarastra dan Dewi Gandari.

Salah satu di antara Para Kurawa adalah Duryudana, antagonis utama (selain Sengkuni) dalam lakon Mahabharata.

Awalnya, Prabu Pandu Dewanata menjadi Raja Astina dan mencapai puncak kejayaan.

Namun, karena kutukan yang menimpanya, ia memilih untuk bertapa dan meninggalkan takhta kerajaan.

Akhirnya, Adipati Dretarastra (saudara Prabu Pandu yang buta) diangkat menjadi Raja Astina, didampingi oleh Widura sebagai penasihatnya.

Namun, Widura khawatir karena Dretarastra kurang memahami pemerintahan, terlebih setelah Arya Sengkuni diangkat menjadi patih.

Sementara itu, Dewi Gandari yang telah lama mengandung akhirnya melahirkan, tetapi bukan dalam bentuk bayi, melainkan berupa gumpalan daging merah besar.

Melihat hal ini, Gandari marah dan menendang gumpalan daging itu hingga terpental keluar halaman istana, membuatnya pecah menjadi 100 bagian kecil.

Saat kejadian itu berlangsung, Begawan Abiyasa datang dan menurunkan hujan suci.

Sehingga pecahan-pecahan daging tersebut berubah menjadi bayi yang sehat dan hidup layaknya manusia biasa.

Dretarastra dan Gandari sangat senang melihat anak-anak mereka lahir dengan selamat.

Akhirnya, Dretarastra menamai mereka "Sata Kurawa" atau "Seratus Kurawa".

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#kurawa #Tokoh #wayang #Sengkuni #Pandu #Duryudana