Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Raden Sanga-Sanga Meraung Bagaikan Harimau, Kesaktiannya Ditunjukkan di Perang Baratayudha

Ki Damar • Sabtu, 8 Maret 2025 | 01:15 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Raden Sanga-Sanga
Ilustrasi tokoh wayang Raden Sanga-Sanga

Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

RADEN Sanga-Sanga, atau Arya Jaya Sangasanga dalam pedalangan Jawa, adalah putra Arya Setyaki dari Lesanpura dengan Dewi Garbarini, putri Prabu Garbanata dari Garbaruci.

Sejak lahir, Arya Sanga-Sanga sudah menunjukkan keanehan, ia menangis bukan seperti bayi biasa, melainkan seperti raungan harimau.

Ayahnya, Arya Setyaki, merasa resah dan menganggap ini adalah karma atas perbuatannya di masa lalu, yaitu membunuh Prabu Singamulanjaya.

Hal ini terus menghantui pikirannya hingga akhirnya Prabu Kresna datang menemui Setyaki dan menasihatinya.

"Bersabarlah, wahai Setyaki. Sebaiknya, ajaklah putramu bertapa untuk meminta maaf kepada Prabu Singamulanjaya yang telah gugur di tanganmu."

Setyaki menjalani pertapaan bersama putranya, dan para dewa yang melihat kesungguhan mereka akhirnya memberikan berkah.

Setelah bertapa, Arya Sang-Sanga tumbuh menjadi satria yang gagah berani, bahkan lebih hebat dari ayahnya.

Saat Perang Baratayudha, ia turut berjuang membela Pandawa.

Namun, ketika perang berakhir dan Setyaki semakin tua, tiba-tiba Kerajaan Lesanpura diserang olehketurunan Prabu Singamulanjaya yang ingin balas dendam kematian leluhurnya.

Karena merasa bertanggung jawab, Setyaki maju untuk melawan mereka, tetapi ia gugur setelah terkena gigitan musuhnya.

Melihat ayahnya tewas, Arya Sanga-Sanga kehilangan kendali dan meraung layaknya harimau, seperti saat ia masih bayi.

Raungannya membuat musuh ketakutan hingga mereka mundur dan melarikan diri.

Namun, Arya Sanga-Sanga baru sadar setelah ditegur oleh Prabu Kresna.

Akhirnya, ia menangis dan meratapi kematian ayahnya bersama para kerabatnya di Lesanpura.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Pandawa #Baratayudha #Tokoh #wayang