Jawa Pos Radar Lawu - Pangeran Han Ti Ong adalah keturunan keempat dari keluarga kerajaan Pulau Es.
Sebuah pulau rahasia di utara yang dihuni oleh para pendekar sakti.
Berbeda dengan leluhurnya yang memilih hidup tertutup di pulau itu, Han Ti Ong memiliki jiwa petualang.
Ia sering bepergian ke daratan untuk menimba ilmu silat.
Berkat petualangannya ini membuat namanya dikenal luas di dunia persilatan atau kangouw.
Pulau Es: Istana Tersembunyi Para Pendekar Sakti
Pulau Es adalah tempat para pendekar sakti.
Pulau ini lebih dikenal sebagai legenda dan hanya diketahui oleh sedikit orang.
Terutama para nelayan yang pernah tersesat dan diselamatkan oleh penghuni pulau tersebut.
Keberadaan pulau ini menjadi mitos di dunia persilatan, namun nama penghuninya, terutama Han Ti Ong, sering disebut dalam kisah-kisah para petualang.
Asal-Usul Pulau Es
Pulau Es awalnya didirikan oleh seorang pangeran pelarian yang menentang kekuasaan kaisar.
Bersama keluarganya, ia mencari perlindungan dan akhirnya menemukan Pulau Es setelah badai menghempaskan perahu mereka jauh ke utara.
Tempat ini kemudian berkembang menjadi kerajaan kecil yang mandiri dan dihuni oleh keturunan sang pangeran serta para pengikut setianya.
Kesaktian Pangeran Han Ti Ong
Sebagai keturunan keempat dari Raja Pulau Es, Han Ti Ong mewarisi ilmu silat yang luar biasa.
Ditambah dengan pengalamannya merantau ke daratan, ia menjadi salah satu pendekar terkuat yang pernah dikenal.
Bahkan, hanya dengan melihat pakaiannya yang bersulamkan naga emas dan burung Hong, para tokoh kang-ouw sudah mengenali dan mewaspadainya.
Mengapa Dunia Persilatan Takut Kepadanya?
Kesaktian Han Ti Ong membuatnya menjadi sosok yang disegani, bahkan ditakuti oleh tujuh tokoh besar dunia persilatan.
Kejadian di Gunung Seribu Bunga menjadi bukti bagaimana ketangguhan sang pangeran.
Meski jarang memperkenalkan diri, Han Ti Ong selalu dikenali karena simbol kekuatan sakti dari Pulau Es.
Tokoh ini punya andil besar dalam perjalanan kisah Bu Kek Siansu selanjutnya.
Simak terus Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo di Radar Madiun!. (fin)
Editor : Mizan Ahsani