Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Para Perempuan Sakti dalam Dunia Wayang: Dampingi Srikandi, Mustakaweni Berjuang di Medan Perang Baratayudha

Ki Damar • Minggu, 9 Maret 2025 | 04:15 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Mustakaweni
Ilustrasi tokoh wayang Mustakaweni

Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

Dewi Mustakaweni adalah putri Prabu Niwatakawaca dari Negara Imaimantaka.

Ia memiliki kakak kandung bernama Nilarudraka, yang kemudian menjadi raja di Negara Tegalparung.

Meskipun berasal dari keturunan raksasa, Dewi Mustakaweni berwujud manusia biasa dan memiliki paras yang sangat cantik.

Selain kesaktiannya yang luar biasa, Mustakaweni memiliki Aji Kamayan, ilmu yang memungkinkannya untuk mengubah wujud sesuai keinginannya.

Atas perintah kakaknya, Prabu Nilarudraka, Dewi Mustakaweni pernah mencuri pusaka sakti milik Pandawa, yaitu Jamus Kalimasada.

Dengan mengubah wujudnya menjadi Gatutkaca palsu, Mustakaweni berhasil mengelabui dan mengalahkan Dewi Srikandi.

Namun, usaha pencurian itu akhirnya dapat digagalkan oleh Bambang Priyambada, putra Arjuna.

Sejak pertarungan itu, Mustakaweni jatuh cinta kepada Priyambada.

Dalam Perang Baratayudha, Mustakaweni bergabung dengan pasukan prajurit wanita yang dipimpin oleh Dewi Srikandi.

Sebagai senopati wanita, Srikandi mengandalkan Mustakaweni untuk menjaga keseimbangan pasukan wanita dalam pertempuran.

Mustakaweni memiliki keterampilan bertarung di atas rata-rata, bahkan lebih unggul dibandingkan prajurit dan tumenggung perang lainnya.

Ia memiliki keakuratan panah yang luar biasa. Tak ada satu pun anak panah yang meleset dari sasarannya.

Kemampuannya semakin hari semakin bertambah kuat, hingga membuat Srikandi kagum dan heran.

Hal itu tidaklah mengherankan, sebab Mustakaweni adalah putri dari Prabu Niwatakawaca, raja sakti dari Imaimantaka, yang pernah bertarung melawan Arjuna di Gunung Indrakila.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#srikandi #Baratayudha #Tokoh #wayang #perempuan