Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Purwa Carita Bagian 7-Habis, Pertarungan Dua Raja Sakti

Ki Damar • Senin, 10 Maret 2025 | 04:00 WIB
Ilustrasi lakon wayang Purwa Carita
Ilustrasi lakon wayang Purwa Carita

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

DARI tengah hamparan padi, muncullah Batara Kala dalam wujud aslinya.

Ia terkejut melihat Batara Wisnu yang menyamar sebagai Ki Dalang Kandhabuana. "Kau lagi?!" ujar Batara Kala dengan mata melotot, masih belum memahami bagaimana ia bisa bertemu lagi dengan sosok yang ia kenal sebelumnya.

Namun sebelum rasa herannya terjawab, Batara Wisnu segera memberikan perintah.

"Batara Kala, segera hadaplah Sang Hyang Jagatnata di Suralaya. Ada tugas yang harus kau emban."

Mendengar perintah ini, Batara Kala tak bisa menolak.

Meski dalam hatinya masih bertanya-tanya, ia segera melesat ke udara menuju Kahyangan Suralaya.

Kelak, dalam pertemuan dengan Sang Hyang Jagatnata, Batara Kala akan dijodohkan dengan Batari Permoni, menjadikannya pasangan penguasa makhluk halus dan dunia kegelapan.

Sementara itu, pasukan Medang Kemulan telah bersiap menghadapi musuh.

Selain membawa senjata lengkap, mereka juga membawa berbagai macam peralatan untuk mengusir hama dan binatang perusak tanaman padi.

Di bawah komando langsung Sri Mahapunggung, seluruh prajurit terjun ke gelanggang pertempuran.

Mereka mengibas-kibaskan tangkai aren, membunyikan alat-alat pengusir hama, dan menciptakan kegaduhan yang menggema di seluruh sawah.

Hama-hama yang beterbangan memenuhi udara, tikus-tikus sawah yang berlarian ke sana kemari—semuanya tiba-tiba berubah wujud menjadi balatentara raksasa yang ganas.

Kini pertarungan sejati pun dimulai.

Pasukan Medang Kemulan bertempur habis-habisan melawan pasukan raksasa Bubaksangkala.

Di antara hiruk-pikuk peperangan, Prabu Bubaksangkala maju ke medan laga dan langsung berhadapan dengan Prabu Sri Mahapunggung.

Dua raja sakti itu bertarung sengit.

Prabu Bubaksangkala mengerahkan segala kesaktian dan kedigdayaannya, mengeluarkan jurus-jurus pamungkasnya untuk menaklukkan Sri Mahapunggung.

Namun, Sri Mahapunggung tetap teguh dan tidak gentar.

Dalam duel yang berlangsung dahsyat, Sri Mahapunggung akhirnya berhasil menusukkan pusaka saktinya ke tubuh Prabu Bubaksangkala.

Dengan teriakan keras, Bubaksangkala tumbang. Melihat rajanya tewas, pasukan raksasa yang tersisa menjadi kacau-balau.

Satu per satu mereka gugur hingga akhirnya Medang Kemulan meraih kemenangan mutlak. Seluruh rakyat Medang bersorak gembira.

Kemenangan ini bukan hanya kemenangan atas pasukan raksasa, tetapi juga kemenangan atas kehancuran yang hampir menimpa negeri mereka.

Dengan penuh syukur, Sri Mahapunggung mengadakan upacara perayaan besar-besaran.

Di tengah kegembiraan, rakyat dan prajurit bersatu dalam kebahagiaan, merayakan hari bersejarah ini—hari di mana Medang Kemulan kembali aman dan sejahtera.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#semar #Lakon #wayang #batara #togog