Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo Bagian 45, Sin Liong Berani Menolak Perintah Sang Guru, Kenapa?

AA Arsyadani • Selasa, 11 Maret 2025 | 22:45 WIB
Sin Liong ingin belajar tentang ilmu silat dan kebijaksanaan dari Pangeran Han Ti Ong.
Sin Liong ingin belajar tentang ilmu silat dan kebijaksanaan dari Pangeran Han Ti Ong.

Jawa Pos Radar Lawu – Sin Liong memang patut menyandang julukan bocah ajaib (Sin Tong).

Bocah yang kelak dikenal sebagai Bu Kek Siansu itu memiliki rasa welas asih yang luar biasa, melebihi kebanyakan orang.

Sebelum meninggalkan Gunung Seribu Bunga, Sin Liong meminta izin kepada Pangeran Han Ti Ong.

Sin Liong ingin mengurus jenazah warga dusun yang tewas akibat serangan Pat-jiu Kai-ong (Raja Pengemis Berlengan Delapan) dan Kiam-mo Cai-li (Wanita Berpayung Pedang).

Bocah berbakat itu tak tega membiarkan mereka tergeletak begitu saja.

1. Keinginan Sin Liong Menguburkan Mayat

Melihat warga dusun tewas, Sin Liong meminta izin kepada gurunya, Pangeran Han Ti Ong, untuk memberi mereka pemakaman layak.

Meski awalnya kesal, Han Ti Ong tetap mendengarkan muridnya.

2. Keberanian Menyatakan Pendapat

Han Ti Ong mencoba melarang, tetapi Sin Liong menolak perintah yang dianggap salah. Ia berpendapat bahwa mengikuti keputusan yang keliru hanya akan membawa kesesatan.

3. Keteguhan Hati Sin Liong

Awalnya marah, Han Ti Ong kemudian terkesan melihat keyakinan muridnya. Setelah memahami niat baiknya, ia mengizinkan Sin Liong menggali kuburan bagi para korban.

4. Perjuangan Sin Liong

Dengan cangkul kecil dan tenaga terbatas, Sin Liong mulai menggali. Meski lelah, ia terus bekerja, didorong keinginannya untuk memberi penghormatan terakhir.

5. Han Ti Ong Ikut Membantu

Terharu oleh keteguhan Sin Liong, Han Ti Ong akhirnya turun tangan. Dengan kecepatannya, ia menggali lubang besar, mempercepat proses pemakaman.

6. Beri Penghormatan Terakhir

Setelah lubang siap, Sin Liong menyeret mayat-mayat ke dalamnya. Air matanya mengalir deras sebagai tanda penghormatan yang tulus.

7. Pelajaran dari Pangeran Han Ti Ong

Setelah pemakaman selesai, Han Ti Ong mengajarkan bahwa menangisi orang mati tidak mengubah keadaan.

Ia mengajak Sin Liong melanjutkan perjalanan, mengingatkan bahwa kehilangan harus diterima dan hidup harus terus berjalan.

Simak terus cerita silat Bu Kek Siansu dalam Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo di Radar Madiun! (fin)

Editor : Mizan Ahsani
#Bu Kek Siansu #Cerita Silat #Kho Ping Hoo #pendekar #Istana Pulau Es