Jawa Pos Radar Madiun – Saat meninggalkan Gunung Seribu Bunga (Jeng Hoa San), Sin Liong merasakan lengannya digenggam oleh gurunya.
Dalam sekejap, tubuhnya melesat dengan kecepatan luar biasa, meninggalkan tempat itu.
Awalnya, ia memejamkan mata, tetapi setelah terbiasa, keberaniannya muncul.
Saat membuka mata, ia melihat dirinya dikempit oleh Han Ti Ong yang bergerak secepat angin ke arah timur.
Sin Liong Menemukan Mayat di Perjalanan
Di tengah perjalanan, Sin Liong mencium bau menyengat dan melihat sesuatu yang mencurigakan.
Ia segera meminta Han Ti Ong untuk berhenti dan menoleh ke arah yang ditunjuknya.
Han Ti Ong terkejut melihat sekumpulan mayat yang telah membusuk dan berserakan akibat gangguan binatang buas.
Pemandangan itu terasa menjijikkan, tetapi Sin Liong justru menunjukkan kepeduliannya.
Sin Liong Tergerak untuk Menguburkan Mayat
Sin Liong meminta izin untuk menguburkan jenazah, tetapi Han Ti Ong menanggapinya dengan bentakan.
Han Ti Ong mempertanyakan alasan muridnya, menganggapnya terlalu peduli pada hal yang tak perlu.
Namun, Sin Liong tetap bersikeras bahwa manusia yang telah meninggal tetap harus dihormati.
Han Ti Ong akhirnya membiarkan muridnya bertindak, memilih duduk di atas batu sambil mengamati.
Sin Liong Mulai Menggali Kuburan
Dengan tekad kuat, Sin Liong mulai menggali tanah menggunakan sebilah pisau kecil yang selalu ia bawa.
Han Ti Ong hampir tertawa melihat usaha muridnya, tetapi dalam hatinya, ia merasa kagum.
Sin Liong tidak menunjukkan rasa jijik atau takut, ia justru bekerja dengan penuh dedikasi.
Han Ti Ong akhirnya turun tangan untuk membantu Sin Liong dengan cara yang lebih praktis.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo Bagian 28, Wanita Berpayung Pedang vs Lima Pendekar Gunung Ayam!
Han Ti Ong Membantu dengan Kesaktiannya
Han Ti Ong mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan kuning.
Ia menuangkan cairan tersebut ke tumpukan mayat, yang langsung mencair dan meresap ke dalam tanah.
Sin Liong terpana melihat kehebatan gurunya dan segera menguruk kembali lubang itu.
Setelah selesai, ia berlutut dan mengungkapkan rasa terima kasih kepada Han Ti Ong.
Han Ti Ong merasa malu karena awalnya enggan membantu, tetapi akhirnya terpaksa melakukannya karena dorongan muridnya.
Ia menyadari bahwa tindakan Sin Liong mencerminkan kebijaksanaan dan hati yang tulus.
Saat memperhatikan mayat-mayat yang telah dikuburkan, Han Ti Ong menyadari bahwa mereka adalah para pendekar tangguh.
Ia pun bertanya-tanya siapa yang cukup kuat untuk membunuh mereka dengan cara yang mengenaskan.
Tak ingin berlama-lama, ia segera mengajak Sin Liong untuk melanjutkan perjalanan.
Simak terus cerita silat Bu Kek Siansu dalam Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani