Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ksatria Cantik Ini Bela Pandawa di Perang Baratayudha, Salah Satu Prajurit Terbaik di Pasukan Srikandi!

Ki Damar • Rabu, 12 Maret 2025 | 23:45 WIB
Ilustrasi Tokoh Wayang Mustakaweni
Ilustrasi Tokoh Wayang Mustakaweni

Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

DEWI Mustakaweni adalah putri Prabu Niwatakawaca, raja Negara Imaimantaka. Ia memiliki kakak kandung bernama Prabu Nilarudraka, yang menjadi penguasa di Negara Tegalparung.

Meskipun ayahnya seorang raksasa, Mustakaweni berwujud manusia biasa dengan wajah yang sangat cantik.

Selain memiliki kesaktian yang luar biasa, ia juga dianugerahi Aji Kamayan, ilmu beralih rupa, yang membuatnya mampu mengubah wujud sesuai keinginannya.

Suatu ketika, atas perintah Prabu Nilarudraka, Mustakaweni melakukan misi berbahaya: mencuri pusaka sakti milik Pandawa, Jamus Kalimasada.

Dengan kemampuannya dalam beralih rupa, ia menyamar menjadi Gatutkaca dan berhasil mengelabuhi Dewi Srikandi.

Namun, aksinya akhirnya digagalkan oleh Bambang Priyambada, putra Arjuna.

Dalam proses pertempuran tersebut, Mustakaweni justru jatuh cinta kepada Bambang Priyambada, yang membuatnya mulai mempertanyakan kesetiaan pada keluarganya.

Ketika Perang Baratayudha meletus, Mustakaweni memutuskan bergabung dengan pasukan Pandawa.

Ia berjuang bersama prajurit wanita di bawah kepemimpinan Dewi Srikandi, yang saat itu menjadi senapati wanita.

Sebagai seorang kesatria wanita yang tangguh, Mustakaweni memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan kekuatan di medan perang.

Bahkan, kemampuannya melampaui banyak tumenggung perang, menjadikannya salah satu pemanah terbaik dalam pasukan Pandawa.

Srikandi sendiri terheran-heran dengan kehebatan Mustakaweni, yang tidak pernah meleset dalam memanah lawan.

Keberanian dan kesaktiannya menunjukkan bahwa ia memang layak menjadi putri dari Prabu Niwatakawaca, raja raksasa yang pernah bertarung melawan Arjuna di Gunung Indrakila.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#cantik #Pandawa #Baratayudha #Tokoh #wayang