Jawa Pos Radar Madiu – Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat.
Sin Liong beranjak remaja.
Selama tinggal di Istana Pulau Es, dia berhasil menguasai berbagai ilmu tingkat tinggi.
Kuasai Ilmu Silat dalam Waktu Singkat
Sin Liong memiliki kecerdasan dan ketekunan luar biasa sejak kecil.
Ia mampu menguasai ilmu silat dalam waktu singkat dan sering kali mencapai tingkat kesempurnaan.
Latihan keras di bawah hujan salju yang dingin membuatnya mampu menampung energi Im-Kang (tenaga lunak dan dingin) dengan sangat kuat.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo Bagian 47, Wanita Penuh Luka dan Rahasia yang Ia Simpan
Menguasai Sastra dan Rahasia Ilmu Silat Tingkat Tinggi
Sin Liong kerap menghabiskan waktu di perpustakaan Istana Pulau Es.
Di sana ia membaca kitab-kitab kuno yang selama ini diabaikan oleh Han Ti Ong.
Dari sajak-sajak kuno yang sulit dipahami, ia berhasil menemukan rahasia ilmu silat tertinggi.
Termasuk teknik dasar yang menjadi fondasi segala jurus silat Pulau Es, menjadikannya lebih unggul dibanding pendekar lain di usia muda.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo Bagian 46, Sin Liong: Menolak Diam saat Kebenaran Dipertaruhkan
Keahlian dalam Pengobatan Semakin Berkembang Pesat
Selain mahir dalam silat dan sastra, Sin Liong juga berperan dalam bidang pengobatan.
Ia meneliti berbagai tumbuhan obat yang tumbuh di pulau-pulau sekitar Pulau Es.
Han Ti Ong mengajarkan ilmu pengobatan tusuk jarum kepadanya, sehingga ia dapat membantu banyak penghuni pulau mengatasi penyakit.
Kejeniusan dan ketekunan Sin Liong membuatnya melampaui para pendekar lain, bahkan dalam usia yang masih belia.
Dengan semua keunggulan yang dimilikinya, Sin Liong kelak akan menjadi sosok legendaris.
Ia dikenal sebagai Bu Kek Siansu, pendekar sakti tanpa tanding.
Namanya dilegendakan sebagai manusia setengah dewa. (fin)
Editor : Mizan Ahsani