Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Merasa Dikhianati, Brajadenta Menentang Pengangkatan Gatutkaca sebagai Pewaris Tahta Pringgandani

Ki Damar • Kamis, 13 Maret 2025 | 01:45 WIB
Ilustrasi Tokoh Wayang Brajadenta
Ilustrasi Tokoh Wayang Brajadenta

Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

BRAJADENTA adalah putra ketiga Prabu Tremboko, raja Pringgandani, dengan Dewi Hadimba.

Ia memiliki banyak saudara yang dikenal sebagai Kadang Braja, sebuah kelompok ksatria raksasa dari Pringgandani yang terkenal akan kesaktiannya.

Sebagai salah satu yang terkuat, Brajadenta diangkat menjadi wakil raja oleh Dewi Arimbi, kakaknya, ketika ia mengikuti suaminya, Bima, tinggal di Kerajaan Jadipati.

Namun, di dalam hatinya, Brajadenta tidak menerima keputusan itu.

Ia merasa bahwa seharusnya ia yang menjadi raja, bukan sekadar wakil penguasa.

Setelah Prabu Tremboko wafat, tahta jatuh kepada Raden Arimba, kakak tertua Brajadenta.

Namun, Arimba gugur dalam pertempuran. Menurut hukum kerajaan, tahta seharusnya diberikan kepada Brajadenta, karena Arimbi adalah seorang perempuan.

Akan tetapi, sebelum meninggal, Arimba telah berwasiat bahwa Pringgandani akan diwariskan kepada putra Arimbi, yang kelak dikenal sebagai Raden Gatutkaca.

Keputusan ini menyulut amarah Brajadenta, karena ia merasa lebih berhak atas tahta daripada keponakannya yang masih kecil.

Ketika Gatutkaca tumbuh dewasa dan siap untuk dinobatkan sebagai raja, Brajadenta menentang dengan keras.

Ia menyatakan dirinya sebagai raja yang sah dan menolak mengakui wasiat Arimba.

Dewi Arimbi mencoba menyelesaikan konflik ini secara damai dengan memberikan surat wasiat resmi kepada Brajadenta.

Namun, Brajadenta menolaknya mentah-mentah, menganggap keputusan tersebut sebagai penghinaan terhadap dirinya.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Gatutkaca #Tokoh #wayang #Brajadenta