Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
Raden Dasawilukrama adalah putra Rahwana yang diasuh oleh Prabu Rama Wijaya dan Dewi Sinta di Pancawati.
Karena selama Sinta berada di Alengka selalu dijaga dengan baik oleh Rahwana dan dipenuhi segala kebutuhannya, Dewi Sinta merasa memiliki kewajiban untuk membalas kebaikan raja Alengka dengan mengasuh putranya.
Sejak kecil, Dasawilukrama dikenal sebagai anak yang penurut dan berbudi baik.
Rama dan Sinta sangat menyayanginya, menganggapnya sebagai bagian dari keluarga mereka.
Namun, keadaan mulai berubah ketika Patih Pulantani, penasihat kerajaan Alengka, datang menemuinya.
Pulantani terus membisikkan cerita tentang ayahnya, mengingatkan Dasawilukrama bahwa Rahwana telah dibunuh oleh Prabu Rama.
Kata-kata itu meracuni pikirannya, membuat hatinya tidak tenang.
Dalam kebimbangan, Dasawilukrama mulai meragukan kebaikan Prabu Rama dan memutuskan untuk mencari keadilan menurut caranya sendiri.
Ia kemudian bersekongkol dengan Raden Begana Sura, keponakannya yang merupakan putra Indrajit dan kini menjadi raja di Dikukung Pura.
Mereka menyusun rencana untuk membunuh Prabu Rama dan merebut Pancawati.
Pada suatu malam, Dasawilukrama menyelinap ke istana dengan niat membunuh Rama. Namun, ia dipergoki oleh Anggada.
Bukannya mengaku, Dasawilukrama justru memutarbalikkan keadaan, menuduh Anggada hendak mengkhianati Rama. Akibat fitnah itu, Anggada diusir dari Pancawati.
Dalam pengembaraannya, Anggada bertemu dengan Begana Sura yang tengah memimpin pasukan untuk menyerang Pancawati.
Keduanya bertarung hingga Begana Sura tewas di tangan Anggada. Demi menggagalkan rencana Dasawilukrama, Anggada menyamar sebagai Begana Sura dan kembali ke Pancawati.
Saat bertemu dengan Dasawilukrama, penyamaran Anggada terbongkar, dan keduanya terlibat pertempuran sengit.
Akhirnya, Dasawilukrama tewas di tangan Anggada, mengakhiri rencananya untuk membalas dendam atas kematian ayahnya.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani