Jawa Pos Radar Madiun - Setelah mendengar suara kemarahan seorang wanita, Sin Liong terkejut dan segera menjebol jendela tahanan.
Ia bergegas keluar dan mendapati Swat Hong berdiri gagah, dikepung belasan orang Pulau Neraka.
Namun, gadis itu tampak tenang tanpa mencabut pedangnya, sementara beberapa lawannya telah tumbang.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo Bagian 47, Wanita Penuh Luka dan Rahasia yang Ia Simpan
1. Swat Hong yang Murka
Swat Hong sebenarnya sudah lebih dulu tiba di Pulau Neraka dan secara diam-diam mengamati Sin Liong.
Ia mendengar percakapannya dengan Soan Cu, yang membuatnya kesal tanpa alasan yang jelas.
Alih-alih langsung menolong suheng-nya, Swat Hong memilih menonton ketika Sin Liong menghadapi bahaya.
2. Perjalanan Swat Hong ke Pulau Neraka
Swat Hong sebenarnya melarikan diri dari Pulau Es setelah ibunya dihukum buang.
Ia berlayar sendiri, tersesat di beberapa pulau sebelum akhirnya menemukan jejak Sin Liong.
Dengan menggunakan batu mustika hijau yang ditakuti binatang berbisa, ia berhasil memasuki Pulau Neraka tanpa gangguan.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo bagian 49, Sin Liong Menentang Ketidakadilan di Istana Pulau Es
3. Pertempuran yang Memanas
Saat akhirnya berhadapan dengan Sin Liong, Swat Hong menolak bantuannya.
Ia justru semakin marah dan menyerang para penjaga Pulau Neraka dengan kekuatan penuh.
Dalam sekejap, enam orang roboh terkena pukulan dan tendangannya.
4. Kedatangan Ouw Kong Ek
Ketua Pulau Neraka, Ouw Kong Ek, muncul dan langsung menegur Swat Hong.
Tidak mengenali siapa gadis itu, ia menganggapnya hanya seorang penyusup kecil.
Swat Hong, yang sudah diliputi amarah, menantang sang ketua tanpa rasa takut.
Akankah Swat Hong mampu menghadapi ketua Pulau Neraka?
Simak terus ulasan cerita silat Bu Kek Siansu dalam Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani