Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 66, Raja Han Ti Ong Murka, Apa Alasannya?

AA Arsyadani • Senin, 17 Maret 2025 | 22:43 WIB
Raja Han Ti Ong menyambut kepulangan Sin Liong dan Swat Hong dengan amarah besar.
Raja Han Ti Ong menyambut kepulangan Sin Liong dan Swat Hong dengan amarah besar.

Jawa Pos Radar Madiun – Swat Hong dan Sin Liong meninggalkan Pulau Neraka untuk mencari Liu Bwee.

Mereka menjelajahi pulau-pulau sekitar, tetapi tak menemukan jejaknya.

Akhirnya, mereka kembali ke Pulau Es.

Kepulangan mereka disambut kemarahan Raja Han Ti Ong.

Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 60, Swat Hong Menantang Majikan Pulau Neraka

1. Tuduhan & Amarah Raja Han Ti Ong

Raja Han Ti Ong menyambut kepulangan Sin Liong dan Swat Hong dengan amarah meluap.

Ia menuduh mereka berbuat tak pantas karena pergi bersama selama tiga bulan.

Meski berusaha menjelaskan, sang raja tetap murka.

2. Swat Hong Pernah Jadi Sandera

Setelah didesak Sin Liong, Swat Hong akhirnya buka suara.

Selama ini mereka tak bisa kemana-mana karena dijadikan sandera oleh Majikan Pulau Neraka.

Tidak melakukan hal tidak pantas seperti yang dituduhkan.

Raja Han Ti Ong mulai menyesal telah bersikap kasar.

3. Serangan ke Pulau Neraka

Raja Han Ti Ong yang telanjur murka melampiaskan amarahnya.

Ia membawa 30 prajurit pilihan untuk menyerang Pulau Neraka.

Penduduk Pulau Neraka tak mampu melawan dan menderita luka, baik fisik maupun batin.

Setelah puas, Raja Han Ti Ong pun meninggalkan pulau itu.

Editor : Mizan Ahsani
#Bu Kek Siansu #Cerita Silat #Kho Ping Hoo #Istana Pulau Es #Sin Liong