Jawa Pos Radar Madiun – Sepekan setelah menyerbu Pulau Neraka, Raja Han Ti Ong kembali ke Pulau Es.
Namun, bukan ketenangan dan kelegaan hati yang didapati.
Ia justru mendapat kabar mengejutkan yang membuatnya pucat pasi.
Apa gerangan yang terjadi?
Baca Juga: Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo Bagian 56, Teror Para Pengendali Binatang Berbisa
1. Permaisuri & Puteranya Menghilang
Sehari setelah Raja Han Ti Ong dan pasukannya berangkat ke Pulau Neraka, Permaisuri The Kwat Lin dan putranya, Han Bu Ong, minggat dari Pulau Es.
Tak seorang pun berani mencegah, karena mereka beralasan hendak menyusul Han Ti Ong.
Namun hingga Raja Han Tiong pulang, keduanya tak kunjung kembali.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo Bagian 57, Bertaruh Nyawa Berjumpa Ketua Pulau Neraka
2. Pusaka Pulau Es Hilang!
Saat meninggalkan Pulau Es, Kwat Lin membawa sesuatu yang mencurigakan.
Namun, tak seorang pun berani menanyakannya.
Ternyata, istri kedua Raja Han Ti Ong dan putranya juga melarikan pusaka-pusaka Pulau Es.
Han Ti Ong semakin terguncang.
Ia sama sekali tak menyangka Pulau Es bakal kehilangan segalanya.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo Bagian 58, Sin Liong Terjebak Konspirasi Pulau Neraka
3. Perubahan Hebat Raja Han Ti Ong
Sin Liong dan Swat Hong terkejut melihat perubahan Raja Han Ti Ong.
Wajahnya suram, matanya redup tanpa wibawa.
Rambutnya yang dulu hanya sebagian putih, kini memutih seluruhnya.
Suaranya lemah, nyaris tanpa semangat.
Dengan lirih, ia hanya mampu memohon ampun pada Sin Liong dan Swat Hong.
Dua pendekar muda ini terkejut menyaksikan perubahan besar Sang Raja.
Pulau Es kini tak lagi sama. (fin)
Editor : Mizan Ahsani