Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Widagda Kembar Bagian 7 Habis, Garis Takdir Perang Baratayudha

Ki Damar • Selasa, 18 Maret 2025 | 03:45 WIB
Ilustrasi lakon wayang Widagda Kembar
Ilustrasi lakon wayang Widagda Kembar

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

PRABU Rama, Dewi Sinta, Wibisana, serta keluarga kerajaan dan para rewanda menikmati kemeriahan pernikahan Dewi Trijata dengan Jembawan.

Suasana penuh sukacita menyelimuti seluruh istana.

Setelah acara pernikahan usai, Jembawan membawa istrinya ke Pertapaan Gadamadana untuk memulai kehidupan barunya sebagai pasangan suami istri.

Sementara itu, Prabu Rama secara resmi mengangkat Wibisana sebagai Raja Alengka, menggantikan kakaknya, Prabu Dasamuka alias Rahwana.

Sebelumnya, di masa pemerintahan Rahwana, Wibisana telah menjadi Adipati Singgelapura.

Kini, dengan bersatunya dua wilayah itu, pemerintahan Alengka dan Singgelapura menjadi satu.

Seiring berjalannya waktu, nama Alengka semakin redup dan akhirnya berganti nama menjadi Singgelapura.

Ini bukan pertama kalinya kerajaan tersebut mengalami perubahan nama. Dahulu, pada masa Prabu Sumali, negeri itu bernama Selagringging.

Kemudian, saat Rahwana naik tahta, ia membedah Negeri Lokapala, warisan dari kakaknya, Prabu Danaraja atau Danapati.

Setelah itu, Rahwana menyatukan Lokapala dan Selagringging menjadi satu negara yang lebih besar dan kuat, yakni Alengka.

Kini, setelah Wibisana menjadi raja, Alengka berganti nama menjadi Singgelapura.

Kelak, Singgelapura akan menjadi sekutu Prabu Puntadewa dalam Perang Baratayudha, membawa peran besar dalam pertarungan antara Pandawa dan Kurawa.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#jembawan #Lakon #wayang #batara #Trijata