Jawa Pos Radar Madiun – Di tengah perbincangan hangat mengenai cinta, Sin Liong dan Swat Hong yang tengah berlayar tiba-tiba dihadapkan pada dentuman dahsyat di tengah lautan.
Ombak besar menggulung, membuat perahu mereka terombang-ambing tanpa kendali.
Usaha mereka menjaga keseimbangan nyaris sia-sia.
Dihantam Gelombang, Terdampar di Batu Karang
Setelah terombang-ambing tanpa arah, perahu mereka akhirnya terdampar di sebuah pulau kecil berbatu karang.
Dengan tubuh penuh luka dan kelelahan, mereka berjuang naik ke puncak batu untuk mencari perlindungan.
Dari sana, mereka hanya melihat lautan luas yang mengamuk tanpa daratan lain di sekitarnya.
Dahsyatnya Kekuatan Alam
Swat Hong yang biasanya tabah, kali ini tak kuasa menahan tangis.
Sin Liong mencoba menenangkannya meskipun dalam hatinya pun diliputi ketakutan.
Mereka menyaksikan langsung kedahsyatan alam.
Membuat mereka merasa kecil dan tak berdaya.
Badai Mereda, Perjalanan Pulang Dimulai
Setelah sehari semalam dikepung badai, lautan mulai tenang.
Sinar matahari akhirnya muncul, memberi harapan.
Dengan sisa tenaga, Sin Liong membawa perahu ke air meski tanpa layar dan dayung.
Dengan sisa tenaga, mereka bergegas pulang.
Bagaimana nasib Raja Han Ti Ong dan semua penghuni di Istana Pulau Es?
Simak terus cuplikan cerita silat Bu Kek Siansu di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani