Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lebih Dekat dengan Bawor, Anak Sulung Semar versi Gagrag Banyumas yang Membumi

Ki Damar • Rabu, 19 Maret 2025 | 04:15 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Bawor
Ilustrasi tokoh wayang Bawor

Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

BAWOR adalah panakawan dalam pertunjukan wayang kulit purwa gagrag Banyumas.

Berbeda dengan versi Surakarta dan Yogyakarta, di mana anak tertua Semar adalah Gareng, dalam tradisi Banyumas, Bawor menjadi anak sulung, diikuti oleh Nala Gareng dan Petruk.

Istilah panakawan berasal dari kata pana (mengetahui dengan jelas) dan kawan (teman atau sahabat), yang berarti sahabat yang memahami kelebihan dan kekurangan tuannya.

Keunikan Bawor dalam wayang gagrag Banyumas terletak pada karakter dan perannya yang lebih dominan dibanding panakawan lain.

Nama Bawor berasal dari kata wor, yang berarti campuran.

Dalam konteks budaya Banyumas, tokoh ini disebut "Carub Bawor", yang menggambarkan sifat rakyat Banyumas yang egaliter dan sederhana, berbeda dengan budaya keraton yang lebih formal.

Karena karakter dan keunikannya, Bawor menjadi maskot budaya masyarakat Banyumas.

Ia dianggap sebagai simbol tradisi rakyat yang kuat, mandiri, dan memiliki humor khas Banyumas.

Berbeda dengan panakawan lain yang sering mengikuti tokoh-tokoh utama dalam wayang, Bawor lebih merepresentasikan karakter masyarakat Banyumas yang merakyat dan membumi.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#bawor #banyumas #Tokoh #semar #wayang #gareng