Jawa Pos Radar Madiun - Setelah mengenali kembali letak Pulau Neraka, Sin Liong mempercepat perjalanannya.
Sesampainya di dekat pulau, ia menyaksikan sesuatu yang mengejutkan.
Sebuah perahu layar besar terdampar di pantai dalam keadaan rusak parah.
1. Pulau Neraka Tak Luput dari Amukan Badai Dahsyat
Seperti pulau lain di sekitarnya, Pulau Neraka juga terkena dampak badai hebat.
Air laut naik dan menenggelamkan sebagian besar daratan, menyebabkan banyak penghuni pulau terseret arus.
Pohon-pohon tumbang, perahu-perahu kecil lenyap, dan suasana pulau menjadi porak-poranda.
2. Kapal Bajak Laut yang Terdampar
Setelah badai mereda, kapal besar yang ternyata milik sekelompok bajak laut ditemukan terdampar di pantai.
Kapal ini mengalami kerusakan berat dengan layar terkoyak dan tiang patah.
Para bajak laut yang berjumlah dua puluh lima orang itu selamat, meski lima di antaranya tewas saat badai mengamuk.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 74: Duel Sengit Beruang vs Ular Laut Raksasa!
3. Menyusuri Pulau yang Penuh Misteri
Para bajak laut tak menyadari telah terdampar di Pulau Neraka.
Sehingga mereka berani masuk Pulau Neraka.
Untungnya, badai telah membuat binatang-binatang buas dan berbisa melarikan diri, sehingga mereka tidak menghadapi bahaya besar saat menjelajahi daratan.
4. Penemuan Mengejutkan: Pondok-Pondok di Tengah Pulau
Ketika menjelajahi pulau, para bajak laut menemukan pondok-pondok yang dibangun oleh manusia.
Hal ini membuat mereka terheran-heran sekaligus senang, karena artinya ada kemungkinan menemukan sumber makanan dan tempat berlindung.
Pulau Neraka yang penuh misteri kini menjadi tempat persinggahan para bajak laut yang tak menyadari bahayanya.
Sementara itu, Sin Liong semakin mendekati pulau yang pernah disinggahinya ini.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Simak cuplikan cerita silat Bu Kek Siansu di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani