Jawa Pos Radar Madiun - Setelah mengalami berbagai peristiwa di Pulau Neraka, Soan Cu akhirnya mendapat kesempatan untuk meninggalkan kampung halamannya tersebut.
Ouw Kong Ek, kakeknya, sadar bila cucunya memiliki kesempatan hidup yang lebih baik di luar.
Majikan Pulau Neraka itu berharap agar Sin Liong bersedia mendampingi perjalanan cucunya.
1. Permohonan Sang Kakek
Ouw Kong Ek berlutut di depan Sin Liong, meminta agar pendekar muda dari Pulau Es itu bersedia menemani cucunya merantau di dunia luar.
Ia berharap Soan Cu mendapatkan kehidupan lebih baik di dunia luar dan bahkan berharap Sin Liong bisa menjadi pendamping hidupnya.
2. Keputusan Soan Cu
Soan Cu meneguhkan keinginannya untuk meninggalkan Pulau Neraka.
Dia bertekad mencari ayahnya yang telah lama menghilang.
Ia merasa bebas setelah sebelumnya dianggap sebagai keturunan orang buangan.
3. Awal Perjalanan
Sin Liong dan Soan Cu meninggalkan Pulau Neraka dengan sebuah perahu.
Meskipun berat hati meninggalkan tempat tinggalnya, Soan Cu bersemangat menyongsong masa depan.
4. Pelajaran Hidup
Sin Liong menyadari bahwa surga dan neraka sejatinya ada di dalam hati manusia.
Kebahagiaan tidak ditentukan oleh tempat, melainkan oleh bagaimana seseorang memandang kehidupannya.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 76, Menuju Pulau Neraka Bersama Beruang Raksasa
Perjalanan Sin Liong dan Soan Cu menandai awal dari petualangan baru.
Soan Cu melangkah ke dunia luar dengan harapan, sementara Sin Liong menemukan makna baru dalam perjalanannya.
Simak cuplikan cerita silat Bu Kek Siansu di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani