Jawa Pos Radar Madiun - Di lereng Heng-san, Pat-jiu Kai-ong, Raja Pengemis yang terkenal kejam, merasa aman di balik perlindungan dua belas pengawalnya.
Namun, ketenangan itu berubah menjadi teror ketika dua tawanan di kamarnya lenyap secara misterius.
Meski penjagaan diperketat, ia tetap gagal menemukan jejak si penyusup.
Keadaan semakin mencekam saat ayam-ayamnya ditemukan mati dengan leher terputus, dan kucing peliharaannya tewas jatuh dari atap.
Ia berteriak menantang musuhnya untuk muncul, namun yang ada hanyalah kesunyian yang mengancam.
Pembantaian di Istana Raja Pengemis
Dalam semalam, istana yang megah tersembunyi di balik kedok kesederhanaan itu berubah menjadi neraka.
Pengawal, pelayan, dan selirnya ditemukan tewas mengenaskan.
Semua korban memiliki luka mengerikan dengan tanda tiga jari di dahi mereka.
Akhirnya, pelaku teror itu muncul.
Dia merupakan seorang wanita cantik yang mengaku sebagai Ratu Pulau Es.
Tak lain tak bukan, The Kwat Lin.
Satu-satunya anggota perempuan dari Cap-sha Sin-hiap (Tiga Belas Pendekar Sakti).
Namun, perkumpulan pendekar Bu-tong-pai itu dihancurkan oleh Pat-jiu Kai-ong sepuluh tahun lalu.
Dengan ilmu sakti warisan suaminya, Raja Pulau Es Han Ti Ong, ia datang untuk menuntut balas!
Simak cuplikan cerita silat Bu Kek Siansu di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani