Jawa Pos Radar Madiun - Bu-tong-pai sedang berkabung atas wafatnya ketua mereka, Kui Bhok Sianjin.
Kepemimpinan Bu-tong-pai selanjutnya bakal dipercayakan kepada Kui Tek Tojin.
The Kwat Lin, murid termuda dari Cap-sha Sin-hiap (tiga belas pendekar sakti) tiba-tiba datang di tengah suasana berkabung itu.
Berikut ringkasan dari kisah ini:
1. Kedatangan Tak Terduga
Setelah 10 tahun menghilang, Kwat Lin kembali ke Bu-tong-pai.
Ia datang bersama murid-muridnya dan langsung menolak kepemimpinan Kui Tek Tojin.
2. Alasan Penolakan Kwat Lin
Ia menganggap Bu-tong-pai lemah karena tidak menyadari pembantaian Cap-sha Sin-hiap oleh Pat-jiu Kai-ong.
Kwat Lin menuntut perubahan besar dan mengangkat dirinya menjadi ketua.
3. Pertarungan dengan Para Murid Senior
Souw Cin Cu, murid senior Bu-tong-pai, langsung menyerangnya.
Dengan mudah, Kwat Lin mengalahkan Souw Cin Cu dan tujuh saudara seperguruannya.
4. Duel Sengit dengan Kui Tek Tojin
Kui Tek Tojin turun tangan untuk mempertahankan kehormatan perguruan.
Pertarungan sengit terjadi, dan Kwat Lin berhasil merampas tongkat pusaka Bu-tong-pai.
5. Kemenangan Kwat Lin
Ia memotong ujung lengan baju Kui Tek Tojin dengan pedang Ang-bwe-kiam.
Kwat Lin berhsil merebut tongkat pusaka Bu-tong-pai dari tangan Kui Tek Tojin.
Pemegang tongkat itu diakui sebagai ketua sah.
Kwat Lin menggunakannya untuk memaksa para sesepuh perguruan ini tunduk pada tradisi.
Bagaimana nasib Bu-tong-pai setelah dipimpin bekas Ratu Pulau Es yang kejam ini?
Simak cuplikan cerita silat Bu Kek Siansu di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani