Jawa Pos Radar Madiun - The Kwat Lin dulunya adalah seorang pendekar wanita Tangguh.
Satu-satunya anggota perempuan dari Cap-sha Sin-hiap (Tiga Belas Pendekar Sakti).
Kelompok pendekar utama bentukan Bu-tong-pai yang dihancurkan oleh Pat-jiu Kai-ong (Raja Pengemis Berlengan Delapan).
Dendam Kwat Lin terhadap Pat-jiu Kai-ong telah dibayar lunas beserta bunganya!
Merebut Kepemimpinan di Bu-tong-pai
Setelah menaklukkan calon ketua Bu-tong-pai, Kui Tek Tojin, murid perguruan itu terpecah.
Sebagian tetap setia kepada Kui Tek Tojin dan memilih meninggalkan perguruan.
Namun, sebagian besar terpikat oleh kehebatan ilmu silat Kwat Lin dan ingin belajar darinya.
Sejak hari itu, Kwat Lin resmi menjadi ketua baru Bu-tong-pai.
Kwat Lin Mengubah Bu-tong-pai Menjadi Kekaisaran Kecil
Dengan harta berlimpah yang dibawanya dari Pulau Es, Kwat Lin membangun kembali markas Bu-tong-pai menjadi tempat yang megah dan kuat.
Dia juga mulai menerima anggota baru dari berbagai kalangan, termasuk perampok dan bajak laut.
Semakin banyak orang bergabung, semakin kuat pengaruhnya.
Namun, perubahan ini juga membuat Bu-tong-pai kehilangan jati dirinya sebagai perguruan silat yang menjunjung tinggi kehormatan.
Ambisi Besar: Menciptakan Seorang Kaisar
The Kwat Lin menduduki perguruan besar ini bukannya tanpa pamrih.
Dia punya cita-cita lebih besar, yaitu menjadikan putranya, Han Bu Ong, sebagai kaisar.
Sebagai mantan istri seorang raja kecil, The Kwat Lin merasa putranya pantas berkuasa, bukan hanya di sebuah pulau, tetapi atas seluruh negeri!
Namun, politik adalah permainan berbahaya.
Kekuasaan itu seperti arak.
Diminum sedikit untuk pengobatan, ditenggak berlebihan memabukkan.
Apakah rencana besar Kwat Lin berhasil atau justru menjadi awal kehancurannya? Simak cuplikan cerita silat Bu Kek Siansu di Radar Madiun. (fin)
Editor : Mizan Ahsani