Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
TIWIKRAMA adalah puncak amarah seorang tokoh yang mewujud dalam perubahan bentuk fisik menjadi raksasa maha besar, sebagai pelampiasan emosi dan kekuatan luar biasa.
Umumnya, tokoh-tokoh yang mampu melakukan tiwikrama adalah mereka yang merupakan titisan Hyang Wisnu.
Namun, ada satu tokoh istimewa yang juga mampu melakukannya, meskipun bukan titisan Wisnu. Dialah Raden Anoman.
Kemampuan Anoman bertiwikrama tidak lepas dari pengabdiannya yang tulus kepada para titisan Wisnu: mulai dari Prabu Rama Wijaya, Sri Kresna, hingga Prabu Jayabaya.
Jiwa pengabdiannya yang murni menjadikan dirinya layak menerima pancaran kekuatan besar, bahkan hingga mampu mempelajari dan menyerap ilmu tiwikrama yang dahsyat itu.
Dalam kisah Ramayana, Anoman tercatat dua kali melakukan tiwikrama.
Yang pertama terjadi saat ia menjadi duta Prabu Rama untuk menyampaikan pesan ke Alengka.
Di sana, ia ditangkap dan dibakar oleh Prabu Dasamuka.
Karena marah, Anoman bertiwikrama. Tubuhnya membesar setinggi anak gunung, dan dengan murka ia memporak-porandakan seluruh kota Alengka hingga terbakar habis.
Peristiwa kedua terjadi saat Raden Gunawan membangun Tambak Gora.
Anoman, yang diperintahkan Prabu Rama untuk menguji kekuatan tambak tersebut, justru kembali bertiwikrama.
Aksinya nyaris mengguncang kestabilan bumi. Prabu Rama menegur Anoman dengan tegas, karena kekuatan tiwikrama bukan untuk dipamerkan atau disalahgunakan.
Sejak saat itu, Anoman menyesal. Ia menyadari bahwa kekuatan tiwikrama bukan untuk digunakan sembarangan.
Sejak peristiwa itu pula, ia bersumpah untuk tidak lagi bertiwikrama karena dampaknya bisa mengguncang tatanan dunia.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani