Jawa Pos Radar Madiun - Dalam perjalanan menuju Tiang-an, Swat Hong dan Kwee Lun singgah di sebuah warung makan di kaki Pegunungan Tai-hang-san (Puncak Awan Merah).
Keduanya tak sengaja mendengarkan percakapan di dapur warung tersebut.
Terdengar seseorang menceritakan tempat tinggal ahli racun terkenal, Siangkoan Lo-enghiong alias Tee-tok di Puncak Awan Merah.
Orang di balik dapur itu bercerita tentang sebuah pemandangan tak biasa yang begitu menakutkan baginya.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo Bagian 46, Sin Liong: Menolak Diam saat Kebenaran Dipertaruhkan
1. Jejak di Pegunungan Tai-hang-san
Swat Hong dan Kwee Lun sedang dalam perjalanan ke Tiang-an, ibu kota Kerajaan Tang.
Mereka berhenti di sebuah warung makan dan mendengar percakapan tentang pertarungan harimau dan beruang.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 66, Raja Han Ti Ong Murka, Apa Alasannya?
2. Petunjuk Tentang Suheng Swat Hong
Swat Hong menduga beruang dalam cerita itu adalah peliharaan suheng-nya, Kwa Sin Liong.
Informasi dari seorang pekerja warung mengarah pada Puncak Awan Merah, tempat tinggal Siangkoan Lo-enghiong.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo Bagian 56, Teror Para Pengendali Binatang Berbisa
3. Misteri Puncak Awan Merah
Siangkoan Lo-enghiong atau Tee-tok adalah ahli racun yang terkenal di dunia persilatan.
Swat Hong dan Kwee Lun memutuskan untuk menyelidiki secara diam-diam agar tidak menimbulkan kecurigaan.
4. Pertemuan Mengejutkan
Swat Hong menemukan Sin Liong dalam keadaan terbelenggu di sebuah pohon.
Ada dua penjaga bersenjata dan seorang kakek brewok dengan tanduk rusa sebagai senjata.
Sin Liong tampak tenang, seolah sengaja membiarkan dirinya tertangkap.
Nantikan kelanjutan cuplikan cerita silat Bu Kek Siansu di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani