Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 93, Soan Cu Girang Bertemu Harimau Ganas, Menjinakkannya Bak Pemain Sirkus!

AA Arsyadani • Minggu, 23 Maret 2025 | 21:15 WIB
Beruang peliharaan Sin Liong melawan harimau piaraan Tee-tok di Puncak  Awan Merah.
Beruang peliharaan Sin Liong melawan harimau piaraan Tee-tok di Puncak Awan Merah.

Jawa Pos Radar Madiun - Sin Liong dan Soan Cu melanjutkan perjalanan mereka setelah meninggalkan Pulau Neraka.

Kali ini, mereka berlayar hingga mencapai daratan besar, bertekad mencari Swat Hong serta ayah Soan Cu yang juga pergi secara misterius.

Bersama seekor beruang jinak, tanpa sadar perjalanan mereka menuju Tai-hang-san (Puncak Awan Merah).

Pegunungan itu merupakan daerah kekuasaan Tee-tok (Racun Bumi).

1. Soan Cu yang Berjiwa Bebas

Sejak meninggalkan Pulau Neraka, Soan Cu merasakan kebebasan yang belum pernah ia alami sebelumnya.

Gadis itu terbiasa hidup keras, tetapi di hadapan Sin Liong, ia selalu merasa harus bersikap lebih tenang dan dewasa.

Kesempatan untuk bertindak sesuka hati akhirnya datang ketika mereka mendengar auman harimau di dalam hutan.

2. Pertemuan dengan Harimau Ganas

Di dalam hutan, Soan Cu menemukan seekor harimau besar yang sedang menakut-nakuti seorang pedagang kayu bakar bernama A-siong.

Pedagang itu ketakutan dan memohon agar harimau tidak menyerangnya.

Harimau tersebut ternyata adalah peliharaan Tee-tok yang lepas dari kandangnya.

3. Keberanian Soan Cu Menjinakkan Harimau

Tanpa ragu, Soan Cu menantang harimau tersebut.

Dengan cambuk berdurinya, ia berhasil menjatuhkan harimau yang sedang melompat menyerangnya.

Tidak hanya itu, gadis pemberani ini bahkan berani menungganginya seperti seorang penjinak hewan sirkus!

Harimau yang marah berusaha melawan, tetapi cambuk Soan Cu yang terampil membuatnya tak berkutik.

4. Teguran Sin Liong dan Kesadaran Soan Cu

Namun, kegembiraan Soan Cu terhenti ketika Sin Liong menegurnya.

Suara pemuda itu seketika menghilangkan semangat liarnya.

Ia sadar bahwa aksinya berbahaya, meskipun awalnya ia hanya ingin bersenang-senang.

Dengan cepat, ia turun dari punggung harimau dan kembali ke sisi Sin Liong.

Pertemuan ini memperlihatkan dua sisi Soan Cu: keberanian dan sifat kekanak-kanakannya.

Meski petualangan ini menghibur, kehadiran harimau tersebut mengisyaratkan bahwa mereka telah memasuki wilayah berbahaya yang dikuasai Tee-tok.

Apa yang akan mereka temui selanjutnya? Nantikan kelanjutan cuplikan cerita silat Bu Kek Siansu di Radar Madiun! (fin)

Editor : Mizan Ahsani
#Bu Kek Siansu #Cerita Silat #Kho Ping Hoo